PT KITB dan KKP Sepakati Penataan Ruang Laut Batang
PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) bersama Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyepakati kerja sama penataan pesisir serta pemanfaatan ruang perairan Kawasan Batang, Jawa Tengah, pada Jumat (5/6).
Langkah strategis ini bertujuan menyelaraskan pembangunan sektor industri dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem laut.
>>> Bank Indonesia Perkuat Koordinasi Moneter dan Fiskal untuk Jaga Stabilitas Rupiah
Kolaborasi tersebut mencakup penataan ruang laut yang tertib, restorasi lingkungan pesisir, hingga pemberdayaan masyarakat di KEK Industropolis Batang.
Proses penandatanganan perjanjian dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP Kartika Listriana dan Pelaksana Tugas Direktur Utama KITB Indri Septa Respati.
Momentum ini disaksikan pula oleh Direktur Utama Holding BUMN Danareksa Ngurah Wirawan, sebagai kelanjutan kesepakatan induk antara KKP dan PT Danareksa (Persero) pada Juli 2025.
Empat Ruang Lingkup Kerja Sama
Perjanjian tersebut menetapkan empat ruang lingkup utama, meliputi penyelenggaraan penataan ruang laut, rehabilitasi ekosistem pesisir, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta diseminasi kebijakan.
Fokus utama diarahkan pada pengelolaan karbon biru lewat konservasi mangrove untuk pelindung daratan.
Sektor industri yang dikelola Holding BUMN Danareksa kini mencakup transformasi pengelolaan kawasan nasional terintegrasi melalui inisiatif Kawasan Industri Indonesia.
Holding tersebut memegang kendali atas tujuh kawasan industri dengan total lahan mencapai 7.800 hektare yang menampung lebih dari 1.600 tenant dari 25 negara serta menyerap 300.000 tenaga kerja.
>>> Purbaya Yudhi Sadewa: Persepsi Negatif Ganggu Stabilitas Rupiah
KITB sendiri memegang status Proyek Strategis Nasional (PSN) yang resmi ditetapkan sebagai KEK Industropolis Batang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2025.
Kebijakan ini dirancang selaras dengan target Asta Cita guna memperkuat kedaulatan maritim, hilirisasi, dan pemerataan pembangunan.
Update Terbaru
Nuanu Luncurkan Sutala Market, Target Masuk 5 Besar Destinasi Gastronomi Asia Tenggara
Rabu / 22-07-2026, 06:35 WIB
Operasi Jailhouse Sting di California: Antara Alat Investigasi dan Kontroversi
Rabu / 22-07-2026, 06:35 WIB
Memahami Perbedaan Gambler's Fallacy dan Regression to the Mean
Rabu / 22-07-2026, 06:34 WIB
Protes Warnai Sidang Pete Hegseth soal Perang Iran
Rabu / 22-07-2026, 06:29 WIB
Lizzo Tampil Percaya Diri di Sampul Sports Illustrated Swimsuit
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
Terry Dubrow Tantang Vicki Gunvalson Taruhan $100K Soal Harta
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
Amber Rose Gugat Klub Anggota di LA, Hiasan Jatuh Timpa Kepala
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
Marko Simic Berperan Besar di Balik Kedatangan Dua Pemain Asing Persija
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
Alasan Persija Perpanjang Kontrak Andritany Ardhiyasa Terungkap
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
PBNU Resmi Undang Presiden Prabowo Buka Muktamar NU ke-35 di Jombang
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
LUN8 Rilis 'Off the Grid': Album tentang Kebebasan dan Melepaskan Diri
Rabu / 22-07-2026, 06:25 WIB
Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Kamboja di Leg 2 SEA V Cup 2026
Rabu / 22-07-2026, 06:24 WIB
DPR: Pelibatan TNI-Polri Jangan Buat Wajib Pajak Merasa Diteror
Rabu / 22-07-2026, 06:24 WIB
Diskon Ford F-150 Lightning Capai Rp 300 Juta, Stok Hampir Habis
Rabu / 22-07-2026, 06:24 WIB







