Nur Rohmah, mantan asisten rumah tangga Rien Wartia Trigina atau Erin, mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (5/6/2026).

Kedatangannya didampingi kuasa hukum untuk berkoordinasi mengenai jadwal pemeriksaan sebagai saksi.

>>> ParagonCorp Perkenalkan Potensi Bioekonomi Indonesia di Forum London

Namun, pemeriksaan belum bisa dilakukan karena penyidik yang menangani perkara sedang lepas dinas.

“Jadi tadi kami sudah komunikasi baik-baik. Penyidik yang tangani perkara ini beliau lagi lepas dinas,” kata Basuki, kuasa hukum Nur Rohmah.

Koordinasi tersebut akhirnya menghasilkan jadwal pemeriksaan baru, yaitu pada Selasa pekan depan pukul 13.00 WIB.

Pihak Nur Rohmah tidak menyerahkan dokumen apa pun karena statusnya masih sebagai saksi.

“Tidak ada berkas yang diserahkan karena beliau sifatnya sebagai seorang saksi.

Nanti kalaupun ada yang dibawa adalah hasil pemeriksaan psikologi tadi yang kami sudah lakukan di salah satu rumah sakit,” jelas Basuki.

Hasil tertulis pemeriksaan psikologi dijadwalkan keluar pada Senin pekan depan sekitar pukul 10.00.

Menurut Basuki, kondisi psikologis Nur Rohmah terganggu akibat rentetan peristiwa di tempat kerjanya terdahulu.

“Psikologinya terganggu karena adanya satu peristiwa di tempat di mana beliau bekerja kemarin dan sudah masuk ke fisik.

>>> Rafa Yuste Naik Darah Usai Atletico Madrid Olok Barcelona di Media Sosial

Ada mual-mual, ada rasa pusing. Nah, itu pengaruh dari tekanan psikologi yang dialami oleh klien kami,” tutur Basuki.

Nur Rohmah membenarkan bahwa gejala fisik seperti pusing, dada sakit, dan sesak sudah dirasakan sejak masih bekerja di rumah mantan majikannya.

“Iya pusing, dadanya sakit, sesak gitu. Cemas, jadi panik karena tekanan di sana,” ujar Nur Rohmah.