Telkomsel mengintegrasikan perluasan layanan digital dengan komitmen kelestarian lingkungan melalui tiga pilar utama keberlanjutan: Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.

Langkah strategis ini diumumkan di Jakarta pada Jumat (5/6/2026) sebagai kerangka untuk menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab sosial.

>>> OJK: Akun Konsumen Kripto Tembus 21,7 Juta per April 2026

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyatakan perusahaan terus berinovasi agar kontribusi keberlanjutan semakin terasa dari sisi jangkauan dan kualitas dampak.

Sepanjang 2025, Telkomsel melayani 156,1 juta pelanggan mobile dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C.

Infrastruktur mencakup lebih dari 293 ribu BTS, termasuk jaringan di lebih dari 360 desa blank spot.

Pilar Jaga Data dan Jaga Bumi

Melalui pilar Jaga Data, Telkomsel memperkuat keamanan informasi dengan standar ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010.

>>> FIFA Larang Penonton Bawa Botol Minum ke Stadion Piala Dunia 2026

Pada pilar Jaga Bumi, sebanyak 361 BTS telah memanfaatkan energi terbarukan dari panel surya dan mikrohidro hingga tahun 2025.

Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F. M.

Hendropriyono, mengapresiasi kepedulian Telkomsel terhadap keberlanjutan meskipun tidak berada di sektor ekstraktif.

Ia menilai perusahaan yang menjaga keberlanjutan akan semakin dipercaya dan memiliki nilai lebih di mata masyarakat, terutama generasi masa depan.

>>> Kredit Macet Fintech P2P Lending Meningkat, Mendekati Ambang Batas OJK

Seluruh inisiatif ramah lingkungan Telkomsel ditargetkan mendukung agenda GoZero Telkom Group, yang berkontribusi pada pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060.