Kelompok Hizbullah meluncurkan serangan rudal presisi dan tembakan artileri terhadap pasukan militer Israel di sekitar Kastil Beaufort yang bersejarah, Lebanon selatan, pada Jumat (5/6/2026).

Aksi militer tersebut dikutip dari laporan Anadolu oleh Investor Daily. Pertempuran sengit juga terjadi di sebelah timur kota Ghandouriyeh.

>>> Wanita di Inggris Terekam CCTV Taruh Rambut di Makanan Demi Hidangan Gratis

Serangan dilakukan dalam tiga gelombang, menyasar konsentrasi pasukan dan armada kendaraan militer Israel di wilayah perbatasan.

Hizbullah mengklaim pergerakan taktis mereka berhasil memukul mundur tentara Israel. Pasukan Israel disebut mengevakuasi korban luka di bawah lindungan asap tebal dan serangan balik artileri.

Eskalasi di lapangan meningkat dalam 24 jam terakhir. Tercatat sedikitnya 25 operasi militer oleh Hizbullah yang melibatkan drone, roket, dan rudal anti-tank.

Sementara itu, militer Israel mengonfirmasi gugurnya seorang komandan tank dari Batalion ke-75 Brigade Lapis Baja ke-7 dalam pertempuran terbaru.

>>> Studi Ungkap Kehamilan Mampu Redakan Gejala Rheumatoid Arthritis secara Alami

Kematian perwira tersebut menambah jumlah korban jiwa personel militer Israel menjadi 28 orang sejak eskalasi konflik kembali meletus pada akhir Februari 2026.

Ketegangan bersenjata ini kembali memuncak setelah Lebanon dan Israel memperbarui perjanjian gencatan senjata yang rapuh pada Rabu (3/6/2026) melalui mediasi Amerika Serikat.

Berdasarkan kesepakatan, tentara Lebanon ditetapkan sebagai satu-satunya otoritas yang memegang kendali teritorial untuk meniadakan peran aktor non-negara di zona percontohan.

Gencatan senjata sejatinya berlaku sejak 17 April 2026 dan diperpanjang hingga Juli 2026.

>>> Agustina Arumsari Dikabarkan Isi Posisi Wakil Kepala BGN, Ini Rekam Jejak Kariernya

Namun, data mencatat hampir 3.500 jiwa telah menjadi korban sejak serangan Israel dimulai pada 2 Maret.