Kehamilan ternyata membawa dampak positif bagi kesehatan wanita, khususnya bagi pengidap radang sendi reumatoid atau rheumatoid arthritis (RA).

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa fase kehamilan dapat menjadi pereda alami bagi penyakit tersebut.

>>> Agustina Arumsari Dikabarkan Isi Posisi Wakil Kepala BGN, Ini Rekam Jejak Kariernya

Sekitar 50 hingga 75 persen perempuan merasakan perbaikan gejala rheumatoid arthritis secara alami saat mengandung. Namun, sebagian wanita lain justru mengalami pemburukan kondisi medis ini.

Penyakit radang sendi reumatoid merupakan kondisi yang belum dapat disembuhkan dan menyerang sekitar 1 persen populasi dewasa global.

Gangguan kesehatan ini tercatat terjadi tiga kali lebih sering pada kaum perempuan.

Efek dari penyakit ini dapat memicu kecacatan yang signifikan akibat peradangan pada sendi serta kerusakan pada tulang rawan.

Penjelasan Peneliti Utama

Peneliti utama dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, Damini Jawaheer, memberikan penjelasan mengenai fenomena medis ini.

"Ketika perempuan dengan RA menjalani kehamilan, sering kali terjadi perbaikan secara alami," kata Jawaheer. "Mereka menggambarkannya sebagai 'keajaiban'.

Tetapi penyebab perbaikan ini masih menjadi misteri."

Menurut Jawaheer, kemampuan memprediksi kondisi pasien yang akan membaik atau memburuk sangat penting. Informasi ini bakal membantu para perempuan dalam merencanakan kehamilan mereka secara lebih matang.

Pengetahuan tersebut juga berfungsi untuk memfokuskan pengobatan selama masa kehamilan. Fokus penanganan dapat diarahkan khusus pada perempuan yang kondisinya diperkirakan akan memburuk.

Jawaheer bersama timnya menemukan bahwa kelompok sel darah putih yang disebut neutrofil terekspresi tinggi sebelum kehamilan pada perempuan yang kondisinya membaik.

>>> Omar Berrada Puji Ruben Amorim Meski Era di MU Dianggap Gagal

Sebaliknya, beberapa gen yang terkait dengan sel B terekspresi tinggi pada perempuan yang memburuk.