CEO Manchester United, Omar Berrada, menegaskan bahwa masa kepemimpinan Ruben Amorim di Old Trafford tidak sepenuhnya negatif.

Meski hasil akhir musim lalu mengecewakan, Berrada melihat sejumlah sisi positif dari kinerja pelatih asal Portugal tersebut.

>>> Menkeu Purbaya Tanggapi Biaya Dinas Prabowo: Pakai Uang Pribadi Itu Boleh

Amorim hanya bertahan 14 bulan setelah ditunjuk pada November 2024. Ia mencatatkan 14 kemenangan dari 44 pertandingan Premier League.

Manchester United finis di peringkat ke-15 klasemen Liga Inggris 2024/2025, terburuk dalam 50 tahun. Kekalahan dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa memperburuk situasi.

Sistem permainan kaku yang diterapkan Amorim disebut menjadi penyebab utama performa buruk. Sejumlah pemain kunci, termasuk Bruno Fernandes, tidak bisa tampil maksimal.

>>> Ekonomi India Tumbuh 7,8 Persen pada Kuartal I 2026, Di Atas Ekspektasi

Langkah Berani Amorim

Namun, Amorim mengambil langkah tegas dengan menyingkirkan pemain-pemain yang masuk dalam bomb squad. Marcus Rashford, Antony, Jadon Sancho, dan Alejandro Garnacho dilepas dari skuad.

Perombakan itu justru menguntungkan suksesornya, Michael Carrick. Wajah-wajah baru memudahkan Carrick mendongkrak performa tim musim ini.

Berrada menilai Amorim layak mendapat apresiasi. "Dia telah melewati musim yang sangat sulit, tapi dia membantu meningkatkan standar di ruang ganti.

>>> Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Uji Materiil UU IKN

Saya yakin dia akan menjadi pelatih sukses," ujarnya kepada Inside Carrington.