Produk domestik bruto (PDB) India tumbuh 7,8 persen pada periode Januari-Maret 2026, Jumat (5/6/2026).

Angka ini melampaui konsensus para ekonom yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 7,2 persen.

>>> Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Uji Materiil UU IKN

National Statistics Office India mengumumkan capaian tersebut.

Peningkatan aktivitas konstruksi dan produksi pertanian menjadi faktor utama yang meredam dampak pelemahan permintaan eksternal akibat konflik di Timur Tengah.

Meski tumbuh positif, angka kuartal I 2026 ini sedikit lebih rendah dibandingkan periode Oktober-Desember 2025 yang tercatat 8,0 persen setelah direvisi.

Sebelumnya, data awal kuartal IV 2025 menunjukkan pertumbuhan 7,8 persen.

Gross value added (GVA) atau nilai tambah bruto tumbuh 7,9 persen pada kuartal I 2026.

Sementara itu, proyeksi PDB setahun penuh hingga Maret 2026 mencapai 7,7 persen, naik tipis dari perkiraan Februari sebesar 7,6 persen.

>>> Panja RUU Polri Bahas DIM, Aturan Pemberhentian Anggota Jadi Sorotan

Konflik Timur Tengah Tekan Proyeksi

Kepala Penasihat Ekonomi India V.

Anantha Nageswaran sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun fiskal ini di kisaran 7-7,4 persen sebelum konflik Timur Tengah pecah.

Perang Iran yang berlangsung empat bulan berdampak besar karena India adalah importir minyak mentah terbesar ketiga dunia yang bergantung pada pasokan Timur Tengah.

Bank sentral India memproyeksikan perang tersebut akan memangkas pertumbuhan menjadi 6,6 persen pada tahun fiskal ini. Otoritas pun memilih mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil.

Sektor manufaktur India tumbuh 7,3 persen secara tahunan pada Januari-Maret 2026, lebih rendah dari revisi kuartal sebelumnya yang mencapai 12,8 persen.

>>> Sarwendah Minta Maaf Usai Video Ucapan Kasar Viral di Media Sosial

Aktivitas konstruksi naik menjadi 8,4 persen dari 6,7 persen, sementara sektor pertanian tumbuh 3,6 persen dari revisi sebelumnya 1,7 persen.