Tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga korban ledakan rumah di perumahan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, pada Selasa (21/7).

Ketiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tertimbun reruntuhan bangunan di lantai 2 rumah nomor 3B.

>>> Ekonomi Iran Tertekan, Israel Siapkan Serangan Baru

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menyatakan bahwa ketiga korban ditemukan pada pukul 18.00 WIB.

Dengan ditemukannya tiga korban ini, seluruh korban telah berhasil dievakuasi.

"Tepat 18.00 WIB korban keenam dan terakhir sudah dapat dievakuasi. Dan saat ini dibawa ke rumah sakit di Kota Medan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa sampai dengan saat ini korban meninggal dunia ada tiga korban," jelasnya.

Saat ini, Tim SAR gabungan melakukan pembersihan untuk mengumpulkan alat bukti. Petugas juga akan menyelidiki penyebab pasti ledakan.

"Dan saat ini kami juga sudah bersama ada satu tambahan lagi dari teman-teman PGN ya, untuk melakukan asesmen atau melakukan investigasi bersama.

>>> Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis Masuk RPJMD hingga APBD

Nanti mudah-mudahan dengan selesainya ini ada investigasi tambahan dan kemudian alat bukti yang lainnya kita akan sampaikan," sebutnya.

Ledakan terjadi di perumahan mewah Grand Polonia Medan pada Selasa (21/7) sore. Tercatat tujuh orang menjadi korban, dengan rincian empat orang selamat dan tiga orang meninggal dunia.

Empat korban selamat adalah Jeavelin (2), Hasan, serta seorang supir dan seorang kurir yang belum diketahui namanya.

Tiga korban meninggal adalah Ros (asisten rumah tangga), Sinta (baby sitter), dan Jesika (istri pemilik rumah).

Kekuatan ledakan menyebabkan bangunan rumah bertingkat tiga itu mengalami kerusakan berat hingga sebagian besar struktur bangunan runtuh.

Reruntuhan juga menimpa tiga unit mobil yang terparkir di depan rumah. Sejumlah rumah di sisi kiri, kanan, dan depan lokasi turut rusak akibat gelombang ledakan.

>>> Dua Komandan Garda Nasional Udara Dipecat karena 'Kehilangan Kepercayaan'

Penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan. Namun, hasil investigasi awal mengarah pada dugaan kebocoran gas dari jaringan pipa bawah tanah di area rumah.