Ternyata mereka juga cukup sehat," kata Purbaya.

Akselerasi PPN dan PPnBM yang mencapai 41,3 persen yoy juga menjadi perhatian. Realisasi April sebelumnya berada di 40,2 persen yoy.

"PPN dan PPnBM sebagai pajak konsumsi meningkat tinggi dengan konsumsi dalam negeri yang kuat dan daya beli yang terjaga.

Itu menggambarkan kondisi ekonomi saat ini," jelasnya.

Pemerintah menilai data perpajakan ini membuktikan pemulihan ekonomi nasional.

"Ketika ada kritik bahwa ekonomi cuma di kertas saja dan tidak di ekonomi riil masyarakat, saya tidak tutup kuping.

Saya periksa ke mana-mana, termasuk lihat data ini. Kalau di sini kelihatan naik semua, tumbuhnya cukup kencang," ungkap Purbaya.

Implementasi sistem administrasi perpajakan baru, Coretax, juga dinilai berkontribusi positif meskipun sempat ada kendala teknis di awal tahun.

"Dulu Coretax dianggap tidak akan berjalan dengan baik. Tahun ini memang awal tahun ada gangguan sedikit, tapi rupanya secara keseluruhan masih cukup bagus," kata Purbaya.

Dengan tren positif ini, Kementerian Keuangan optimistis target penerimaan negara tahun ini akan tercapai seiring pemulihan ekonomi domestik.

>>> Pangeran Mateen Diangkat Jadi Menteri Luar Negeri Brunei

"Jadi angka ini tidak bohong. Data ini menunjukkan bahwa perbaikan yang ada di ekonomi betul-betul sedang terjadi," tegasnya.