Integrasi aktivitas fisik perairan dan pemulihan kebugaran di kawasan pesisir dipandang sebagai produk wisata baru yang kompetitif. Ini untuk menarik segmen pasar pelancong minat khusus.

Hadirnya ratusan delegasi asing dari berbagai negara Asia dipastikan menstimulasi aktivitas ekonomi sekunder. Sektor seperti perhotelan, logistik, dan usaha mikro di sekitar lokasi acara akan terdampak.

Pemerintah berharap sinergi ini memberikan pembuktian kapabilitas manajerial Indonesia dalam mengelola agenda olahraga akuatik berstandar internasional secara berkelanjutan.

Plt.

Deputi Bidang Pengembangan Kegiatan Kementerian Pariwisata, Hafidz Agung Rifai, menambahkan bahwa wilayah maritim Indonesia menyimpan peluang ekonomi luar biasa.

"Kita sama-sama tahu potensinya sangat luar biasa untuk menyelenggarakan sport tourism, khususnya di bidang merit seperti ini," katanya.

Pihak kementerian juga melihat adanya peluang investasi baru pada sektor penyediaan fasilitas pemulihan fisik berkualitas.

"Sejalan dengan wellness, mereka yang habis melakukan olahraga pasti akan membutuhkan wellness," papar Hafidz.

Atlet renang perairan terbuka nasional, Aflah Fadlan Prawira, mengekspresikan respons positif atas pemilihan lokasi pertandingan. Ia berharap program serupa didorong ke wilayah timur Indonesia.

>>> Masa Depan Vinicius Junior di Real Madrid Belum Sepenuhnya Jelas

"Semoga tidak hanya di Bali, tapi juga Lampung, Belitung, Lombok, kemudian bergeser ke wilayah Timur. Masih banyak pantai yang bagus," ucap Aflah.