>>> Uber Pangkas 23 Persen Karyawan Divisi SDM dan Kebudayaan

Jadi kita akan mungkin lihat lesson learned dari minggu pertama itu justru dari perusahaan lain dulu," ungkap Aldo.

Kapasitas produksi feronikel perusahaan tersebut mencapai kisaran 63.000 ton per tahun dengan kadar nikel rata-rata 25 persen.

Volume ekspor bulanan mereka berada sedikit di bawah 4.500 ton yang dihasilkan dari satu jalur produksi smelter rotary kiln electric furnace (RKEF).

Harita Nickel Mulai Laporkan Ekspor

Di sisi lain, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel dilaporkan sudah mulai menyetorkan laporan ekspor feronikel mereka ke PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Direktur Utama NCKL Roy Arman Arfandy mengonfirmasi bahwa proses pelaporan dilakukan melalui sistem aplikasi resmi pemerintah.

"Sudah ada form-nya, ada aplikasinya, kita sudah mulai menerapkan itu sejak 2 Juni kemarin. Kita kan belum tentu tiap hari ada ekspor, tergantung jadwal kapalnya kan.

Jadi saya juga lagi monitor juga di tim operasional kita.

So far sih seharusnya enggak ada masalah," kata Roy ditemui di sela Indonesia Critical Minerals Expo, Rabu (3/6/2026).

Roy menambahkan bahwa kapasitas ekspor feronikel Harita Nickel mencapai dua kali lipat dari kapasitas ekspor nikel yang diolah di smelter hidrometalurgi berteknologi HPAL.

>>> Veda Ega Pratama Jaga Posisi Lima Besar Moto3 GP Italia 2026

Total kapasitas terpasang smelter pirometalurgi berbasis RKEF milik Harita mencapai 120.000 ton kandungan nikel dalam FeNi per tahun.