Uber Technologies Inc. mengumumkan pemangkasan 23 persen tenaga kerja di divisi People and Places yang menangani sumber daya manusia, perekrutan, fasilitas kantor, dan budaya perusahaan.

Kebijakan ini diumumkan pada Jumat, 5 Juni 2026, dan merupakan bagian dari strategi presiden baru perusahaan, Jill Hazelbaker, untuk menyederhanakan struktur organisasi.

>>> Veda Ega Pratama Jaga Posisi Lima Besar Moto3 GP Italia 2026

Juru bicara Uber menyatakan bahwa pengurangan staf ini berdampak pada kurang dari 1 persen dari total 34.000 karyawan global Uber.

Angka tersebut tidak mencakup sekitar 10 juta pengemudi Uber yang berstatus mitra kontrak.

Pemangkasan didominasi oleh posisi-posisi senior di divisi tersebut.

Restrukturisasi dilakukan tiga minggu setelah Jill Hazelbaker dipromosikan menjadi presiden sekaligus Chief Operating Officer (COO).

Dalam jabatan barunya, Hazelbaker mengawasi tim operasi keselamatan serta tim People and Places, menyusul pengunduran diri kepala kedua direktorat tersebut tahun ini.

>>> Persib dan Borneo FC Hadapi Lawan Berat di ASEAN Club Championship

Melalui kebijakan terpisah, karyawan divisi SDM yang sebelumnya diizinkan bekerja dari rumah kini diwajibkan kembali ke kantor tiga hari seminggu.

Meskipun ada pengurangan staf, Uber masih membuka lowongan untuk lebih dari 800 posisi baru, termasuk untuk komersialisasi robotaxi.

CEO Dara Khosrowshahi dalam memo internal mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk menyelaraskan kembali struktur internal yang dinilai terlalu rumit dan terfragmentasi.

Ia menegaskan bahwa perubahan ini diperlukan untuk memaksimalkan efektivitas tim People dan potensi bisnis ke depan.

>>> IHSG Anjlok 2,53 Persen ke Level 5.692 pada Sesi Pertama 5 Juni 2026

Ini bukan pertama kalinya Uber melakukan pemangkasan di divisi perekrutan. Pada 2023, perusahaan juga mengurangi staf di tim perekrutan dan anak usaha Cornershop.