Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana Indonesia memiliki motor listrik nasional. Namun, langkah ini perlu dikaji agar benar-benar memberikan manfaat.

Ajib Hamdani, Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, menyatakan motor listrik nasional harus memenuhi dua unsur utama.

>>> Vinicius Junior Jalani Operasi Dagu, Penampilannya Berubah Drastis

Pertama, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 50 persen termasuk kekayaan intelektual lokal.

Kedua, memiliki rantai pasok komponen lokal yang melibatkan industri kecil dan koperasi.

"Bagian-bagian komponen harus menumbuhkan industri-industri kecil sehingga ekosistem ekonominya bisa memberikan dampak luas ke masyarakat," kata Ajib dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7).

Tiga Dampak Positif Motor Listrik Nasional

Ajib menjelaskan jika motor listrik nasional terwujud, setidaknya ada tiga dampak positif. Pertama, kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga menjadi alat ekonomi produktif.

Kedua, pengurangan emisi gas buang hingga lebih dari 95 persen yang sejalan dengan gagasan green economy. Ketiga, pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

>>> China-Rusia Latihan Militer Dekat Laut Jepang, Tokyo Protes

Ia mencontohkan, pengguna motor di Indonesia lebih dari 145 juta unit.

Jika setiap motor menggunakan 1 liter pertalite per hari, subsidi yang digelontorkan pemerintah mencapai lebih dari Rp500 miliar per hari.

Ajib juga menyoroti pentingnya memastikan motor listrik nasional benar-benar produk dalam negeri, bukan sekadar stempel ulang dari motor asing.

Prabowo sebelumnya menyatakan motor listrik nasional akan diproduksi oleh anak Indonesia dan diluncurkan dalam waktu dekat. Ia berharap motor ini bisa dimanfaatkan masyarakat, terutama petani.

>>> Wamendagri: Pemimpin Masa Depan Harus Mampu Pimpin Transformasi

"Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini motor listrik nasional," kata Prabowo pekan kemarin.