Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan sesi pertama Jumat, 5 Juni 2026.

Berdasarkan data dari Investasi, IHSG melemah 147,628 poin atau 2,53 persen ke level 5.692,157 pada pukul 11.30 WIB.

>>> Telkom Catat Pendapatan B2B Infrastruktur Rp2,4 Triliun di Kuartal I/2026

Pelemahan ini dipicu oleh koreksi hampir seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia.

Sektor Transportasi dan Logistik Pimpin Pelemahan

IDX Sektor Transportasi dan Logistik mencatat penurunan terdalam, yakni anjlok 4,44 persen.

Disusul IDX Sektor Keuangan yang turun 4,08 persen, IDX Sektor Energi menyusut 3,94 persen, dan IDX Sektor Infrastruktur melemah 3,87 persen.

Sektor lainnya juga terkoreksi, seperti IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer turun 3,27 persen, IDX Sektor Teknologi turun 2,5 persen, dan IDX Sektor Barang Konsumen Primer melemah 2,48 persen.

IDX Sektor Perindustrian turun 2,41 persen, IDX Sektor Properti dan Real Estate susut 1,05 persen, serta IDX Sektor Kesehatan melemah 0,89 persen.

>>> Investor Asing Gencar Jual Saham Indonesia Akibat Sentimen Negatif

Satu-satunya sektor yang bertahan di zona hijau adalah IDX Sektor Barang Baku, yang menguat 1,01 persen.

Total volume transaksi bursa mencapai 25,26 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 21,09 triliun.

Sebanyak 588 saham mengalami penurunan harga, sementara 111 saham naik dan 109 saham stagnan.

Di jajaran LQ45, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjadi top losers dengan penurunan 11,76 persen, diikuti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun 10,17 persen, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 7,91 persen.

>>> Anthony Xie Asuh Anak Sendiri karena Audi Marissa Sibuk Syuting

Sementara itu, top gainers LQ45 dipimpin PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang naik 6,16 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 5,62 persen, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 5,24 persen.