PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencatatkan pendapatan eksternal dari pilar Business-to-Business (B2B) Infrastruktur sebesar Rp2,4 triliun pada kuartal I/2026.

Angka ini tumbuh 6,8 persen secara year-on-year (YoY).

>>> Investor Asing Gencar Jual Saham Indonesia Akibat Sentimen Negatif

Pertumbuhan tersebut didorong oleh perluasan jaringan serat optik dasar yang telah mencapai lebih dari 211.000 kilometer di 501 kota di seluruh Indonesia.

Selain itu, Telkom juga mengoperasikan tiga satelit dengan total kapasitas 42,2 Gbps.

Kontribusi Mitratel dan NeutraDC

Anak usaha Telkom di bidang menara telekomunikasi, Mitratel, menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan Rp2,3 triliun, tumbuh 1,4 persen YoY.

Mitratel mengelola 40.327 menara dengan marjin EBITDA 82,7 persen.

Sementara itu, lini bisnis pusat data NeutraDC mencatat pendapatan Rp399 miliar pada periode yang sama.

Angka ini sedikit turun 2,7 persen YoY dengan tingkat utilisasi rata-rata 76 persen.

>>> Anthony Xie Asuh Anak Sendiri karena Audi Marissa Sibuk Syuting

Di sisi lain, pendapatan eksternal pilar B2B Solusi ICT merosot 17,6 persen YoY menjadi Rp3,1 triliun.

Manajemen Telkom menyebut penurunan ini akibat perampingan performa pada sejumlah perusahaan operasional (OpCos).

Struktur kontribusi produk pilar B2B ICT kini didominasi layanan connectivity sebesar 66 persen dan ICT solution 22 persen.

Strategi reposisi diarahkan untuk mengejar pertumbuhan segmen enterprise yang lebih berkualitas dan efisien.

Sektor Bisnis Internasional juga mengalami penurunan tipis 1,2 persen YoY menjadi Rp2,8 triliun.

>>> Mendag Budi Santoso Sahkan Aturan Baru untuk Transportasi Online dan OTA

Manajemen menjelaskan hal ini bagian dari transisi bisnis dengan mengalihkan fokus ke konektivitas internasional dan mengurangi porsi bisnis hubbing demi margin profitabilitas jangka panjang.