Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Penunjukan ini menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya dicopot dari jabatannya.

Keputusan tersebut diumumkan pada Selasa (2/6/2026) dan dijelaskan lebih lanjut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

>>> Koalisi Anwar Ibrahim Tertekan Usai Dua Parlemen Negara Bagian Dibubarkan

Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa rekam jejak Nanik yang telah menjabat sebagai Wakil Kepala BGN selama delapan bulan menjadi pertimbangan utama.

Pengalaman itu dinilai membuatnya memahami dinamika organisasi.

"Beliau beberapa bulan sudah mengembang amanah sebagai wakil kepala Badan Gizi Nasional sehingga kami meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di BGN," kata Prasetyo.

Selain pengalaman, ketegasan karakter Nanik juga menjadi alasan penting bagi Presiden Prabowo.

Kepemimpinan yang kuat diperlukan untuk mengawal tata kelola, manajemen, dan standar operasional prosedur demi menjaga mutu makanan masyarakat.

>>> Kementerian ESDM Belum Bahas Penyesuaian Tarif Listrik Kuartal III-2026

Perombakan Struktur Pimpinan

Untuk memperkuat jajaran pimpinan, pemerintah juga mengangkat Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Struktur baru ini diharapkan meningkatkan efisiensi lembaga.

"Jadi itu beberapa dasar pertimbangan untuk kita minta ke beliau yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru untuk segera melakukan perbaikan dan pembenahan," pungkas Prasetyo.

Perombakan manajemen ini terjadi setelah pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN.

Sehari setelahnya, Kejaksaan Agung menetapkan Dadan bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, sebagai tersangka.

>>> OJK Setujui Instrumen AT-1 BNI US$700 Juta Sebagai Modal Inti Tambahan

Ketiganya langsung ditahan pada Rabu (3/6/2026) terkait dugaan korupsi dalam tata kelola program makan bergizi gratis.