Koalisi Anwar Ibrahim Tertekan Usai Dua Parlemen Negara Bagian Dibubarkan
Koalisi pemerintahan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghadapi tekanan besar setelah parlemen Negeri Sembilan dan Johor resmi dibubarkan.
Pembubaran parlemen di dua negara bagian itu terjadi pada Jumat dan Senin lalu, sehingga pemilihan umum (pemilu) di kedua wilayah wajib digelar dalam 60 hari ke depan.
>>> Kementerian ESDM Belum Bahas Penyesuaian Tarif Listrik Kuartal III-2026
Langkah ini memicu spekulasi bahwa pemilu nasional juga berpotensi dipercepat, meskipun jadwal resmi pemilu nasional Malaysia paling lambat pada awal 2028.
Anwar Ibrahim pada bulan lalu menyatakan akan mempertimbangkan pemilu lebih awal jika perpecahan internal koalisi terus melebar.
Hingga kini, Kantor Perdana Menteri belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar.
Ketegangan Internal Koalisi
Koalisi Anwar terdiri dari blok Pakatan Harapan, Barisan Nasional, dan sejumlah partai kecil. Aliansi ini kerap berbeda pandangan, terutama soal isu etnis dan agama.
Kelompok sekutu progresif Anwar juga kecewa dengan lambatnya reformasi.
>>> OJK Setujui Instrumen AT-1 BNI US$700 Juta Sebagai Modal Inti Tambahan
Tekanan lain datang dari UMNO yang mendesak pengampunan kerajaan untuk mantan perdana menteri Najib Razak, yang dipenjara sejak 2022 akibat skandal 1MDB.
Pakatan Harapan saat ini menguasai pemerintahan Negeri Sembilan, yang baru dijadwalkan pemilu pada akhir 2028. Sementara Barisan Nasional memimpin Johor, yang seharusnya pemilu tahun depan.
Barisan Nasional secara terbuka menyatakan akan mengikuti pemilu Johor secara independen tanpa dukungan Pakatan Harapan.
Di Negeri Sembilan, Pakatan Harapan bersiap bertarung di seluruh 36 kursi, setelah sebelumnya mengamankan 17 kursi.
Dua negara bagian lain, Malaka dan Sarawak, juga dijadwalkan menggelar pemilu dalam beberapa bulan ke depan.
>>> Rating TV per Jumat, 5 Juni 2026 Dikuasai Drama, Istiqomah Cinta Pimpin Daftar Penonton
Komisi Pemilihan Umum Malaysia menyebut percepatan pemilu nasional dapat menghemat biaya jika digelar bersamaan.
Update Terbaru
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terpopuler Hari ini 22 Juli 2026 ada Asmara Gen Z Diposisi 7
Selasa / 21-07-2026, 17:00 WIB
Materi PAI Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap
Selasa / 21-07-2026, 16:39 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Jembatan Desa Hingga Akhir 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Istana Harap Menteri PU Perbaiki Cara Komunikasi
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Quartararo Resmi Pindah ke Honda di MotoGP 2027
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,74 Persen ke Level 6.340
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
4 HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Performa Lancar untuk Multitasking
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
FIFA Selidiki Pemain Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
LSF: Baru 46 Persen Anak Indonesia Tonton Film Sesuai Usia
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
KRAFTON India Rilis Roadmap Esports BGMI Paruh Kedua 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB







