Selain itu, pemerintah juga mendorong diversifikasi negara asal impor serta efisiensi rantai pasok untuk menekan biaya logistik dan penyimpanan.

Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan biaya yang selama ini muncul akibat tingginya ketergantungan terhadap impor.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang melalui penguatan sektor peternakan sapi perah domestik.

Langkah tersebut mencakup pengembangan sentra peternakan, peningkatan produktivitas, perluasan kemitraan antara industri dan peternak, hingga dukungan pembiayaan murah bagi peternak rakyat.

Menurut Widiastuti, penguatan produksi susu nasional menjadi kunci untuk mengurangi kerentanan industri terhadap gejolak eksternal.

Selama pasokan domestik masih berada di kisaran 20% kebutuhan nasional, industri akan tetap menghadapi risiko dari perubahan kurs maupun dinamika pasar global.

Karena itu, tantangan industri susu saat ini tidak hanya menjaga harga tetap terjangkau di tengah pelemahan rupiah, tetapi juga mempercepat transformasi sektor peternakan sapi perah agar ketergantungan impor yang selama puluhan tahun terjadi dapat mulai dikurangi.

>>> Kebakaran Kecil Landa Area Konstruksi Pabrik BYD di Subang

Tanpa peningkatan produksi domestik yang signifikan, setiap gejolak nilai tukar berpotensi kembali menjadi ancaman bagi biaya produksi industri susu dan daya beli konsumen di dalam negeri.