Nilai tukar rupiah kembali melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (4/6/2026).

Rupiah ditutup di level Rp18.049 per dolar AS, melemah 37 poin (0,21%) dari posisi sebelumnya.

>>> BNI Perkuat Modal Inti Tambahan Lewat Dana Global US$700 Juta

Pelemahan ini dinilai dapat mengancam postur keuangan negara. Pemerintah pun didesak untuk segera mengambil langkah berlapis guna meredam risiko.

Langkah tersebut meliputi memulihkan kredibilitas pasar, memangkas belanja populis yang tidak mendesak, serta menjaga independensi Bank Indonesia.

Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 37 poin ke level Rp18.003 per dolar AS. Pada hari sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp17.966 per dolar AS.

>>> Harga Bitcoin Tertekan ke Level 60.000 Dollar AS Akibat Aksi Jual Investor ETF

Rupiah diprediksi kembali melemah setelah data dari perusahaan pemroses penggajian ADP menunjukkan bahwa perusahaan swasta AS menambah 122.000 pekerjaan pada Mei 2026.

Dari sisi internal, pelemahan rupiah juga dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia yang meningkatkan kebutuhan dolar AS.

>>> AFC Tutup Kasus Dugaan Skandal Naturalisasi Pemain Timnas Malaysia

Para analis memperkirakan rupiah berpotensi menembus level Rp19.000 per dolar AS jika tekanan berlanjut.