BNI Perkuat Modal Inti Tambahan Lewat Dana Global US$700 Juta
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk resmi mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 3 Juni 2026 untuk mencatatkan dana hasil penerbitan instrumen kapital senilai US$700 juta sebagai komponen modal inti tambahan.
Dana segar senilai Rp12,6 triliun tersebut kini telah diperhitungkan dalam pembukuan perseroan per akhir Mei 2026.
>>> Harga Bitcoin Tertekan ke Level 60.000 Dollar AS Akibat Aksi Jual Investor ETF
Langkah penguatan permodalan ini dilakukan untuk mematuhi regulasi ketat mengenai kewajiban penyediaan modal minimum bagi bank umum.
Sesuai aturan OJK, seluruh instrumen finansial sekunder baru dapat diakui secara sah setelah melewati proses verifikasi dan persetujuan resmi regulator.
Ekspansi Bisnis Didorong
Struktur modal yang lebih tebal ini sengaja disiapkan manajemen untuk memacu ekspansi bisnis ke depan.
Selain memperkokoh fondasi internal, suntikan dana tersebut diproyeksikan mampu mendanai berbagai kegiatan usaha baru di tengah melonjaknya permintaan pembiayaan sektor riil.
Proses penghimpunan dana eksternal ini sendiri sudah diinisiasi sejak April 2026 melalui serangkaian tahapan pasar modal global.
>>> AFC Tutup Kasus Dugaan Skandal Naturalisasi Pemain Timnas Malaysia
Manajemen telah menuntaskan seluruh proses yang meliputi panggilan investor, pembentukan harga, hingga penyelesaian transaksi final secara bertahap.
Surat berharga berkode Additional Tier 1 Perpetual Non-Cumulative Capital Securities 2026 ini dipasarkan secara terbatas di luar yurisdiksi Indonesia.
Instrumen keuangan ini tercatat resmi di Singapore Exchange dan tidak ditawarkan sama sekali kepada investor domestik.
Manajemen memastikan nilai penerbitan instrumen tersebut masih berada di bawah batasan 20 persen dari total ekuitas perusahaan per akhir Desember 2025.
>>> Ketidakpastian Perundingan AS-Iran Tahan Pergerakan Harga Emas
Alhasil, korporasi tidak wajib mengategorikan penghimpunan dana ini sebagai transaksi material yang memerlukan prosedur keterbukaan khusus.
Update Terbaru
Anak Digital Native: Cepat Adaptasi Teknologi tapi Belum Kritis
Jumat / 05-06-2026, 09:12 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Isu Mundur dari Jabatan Menteri Keuangan
Jumat / 05-06-2026, 09:12 WIB
Masjid Nabawi Pasang 117.000 Meter Persegi Marmer Thassos untuk Turunkan Suhu
Jumat / 05-06-2026, 09:11 WIB
Patra Logistik Luncurkan Fleet Management untuk Awasi Distribusi Energi
Jumat / 05-06-2026, 09:09 WIB
Motorola Luncurkan Moto Edge 70 Pro Plus di India dengan Empat Kamera 50 MP
Jumat / 05-06-2026, 09:09 WIB
Jetour Siapkan Dua Mobil Hybrid Baru untuk Indonesia pada 2026
Jumat / 05-06-2026, 09:09 WIB
Timnas Jepang Optimistis Hadapi Piala Dunia 2026
Jumat / 05-06-2026, 09:08 WIB
Hezbollah Tolak Gencatan Senjata, Israel Tak Tarik Pasukan dari Lebanon
Jumat / 05-06-2026, 09:08 WIB
BPOM: Sebagian Besar Pedagang Ritel Tak Tahu Ciri Rokok Ilegal
Jumat / 05-06-2026, 09:08 WIB
Harga Emas Antam 5 Juni 2026 Bervariasi, Buyback Tetap Rp2.609.000
Jumat / 05-06-2026, 09:08 WIB
Konser Ramah Lingkungan Lebih dari Sekadar Bebas Plastik dan Pilah Sampah
Jumat / 05-06-2026, 09:07 WIB
Promo JSM Superindo 5-7 Juni 2026: Diskon Minyak Goreng dan Kebutuhan Pokok
Jumat / 05-06-2026, 09:07 WIB
Jetour Siapkan Kejutan Mobil PHEV Baru di Indonesia Tahun Ini
Jumat / 05-06-2026, 09:06 WIB
Michael Saylor Alami 'Kerusakan Mesin' di Tengah Tekanan Tiga Arah
Jumat / 05-06-2026, 09:04 WIB






