Motor listrik semakin populer karena biaya operasional yang efisien dan perawatan yang mudah. Namun, baterai sebagai komponen utama perlu mendapat perhatian khusus.

Tanda-tanda kerusakan baterai ternyata berbeda tergantung jenisnya. Menurut Hernest, pemilik Bogor Battery Electric Motion (BEMo), deteksi kerusakan pada aki SLA lebih mudah secara fisik.

>>> Daihatsu Asco Tutup Operasional, Biaya Perbaikan Baterai Hybrid Mulai Rp1,2 Juta

Ciri Kerusakan Aki SLA

Pada motor listrik yang menggunakan aki SLA (Sealed Lead Acid), indikator baterai yang naik turun saat digas menjadi tanda awal.

Saat digas, indikator turun, tetapi saat jalan lurus dan gas konstan, indikator kembali stabil.

Jika digas lagi, indikator turun drastis. Ini menandakan baterai sudah tidak seimbang.

Selain itu, casing aki yang menggembung juga menjadi indikasi kerusakan fisik yang mudah dikenali.

>>> Mitsubishi Isyaratkan Outlander Tangguh, Tapi Tak untuk Amerika

Deteksi Kerusakan Baterai Lithium

Berbeda dengan aki SLA, baterai Lithium pada motor listrik modern terbungkus rapat oleh casing pelindung. Pemilik tidak bisa melihat perubahan fisik seperti menggembung.

Mayoritas speedometer hanya membaca kapasitas daya total, bukan per sel. Oleh karena itu, pemilik harus peka terhadap perilaku motor saat berkendara.

Hernest menjelaskan, jika baterai sudah di-charge penuh tetapi saat dipakai langsung drop drastis, itu pertanda ada sel baterai yang rusak.

Saat gas diputar, indikator menunjukkan 0 persen, tetapi saat dilepas naik lagi.

>>> Mazda Jual Hampir Dua Kali Lipat Miata Dibanding BRZ dan Prelude

Dengan memahami perbedaan ini, pemilik motor listrik dapat lebih waspada dan melakukan perawatan tepat waktu.