PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) tengah mempersiapkan proses pengalihan saham milik Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. kepada GXS Bank Pte.

Ltd.

>>> MUI Kota Tangerang Ajak Umat Islam Muhasabah Sambut Tahun Baru

Proses ini ditargetkan terealisasi paling lambat pada Juni 2026.

Langkah korporasi ini akan membuat Grab mengonsolidasikan kinerja keuangan Superbank ke dalam laporan keuangannya.

Hal tersebut terjadi karena Grab bakal memegang hak suara lebih dari 50 persen di perseroan melalui kombinasi kepemilikan langsung dan tidak langsung.

Kesepakatan Resmi dan Proses Implementasi

Rencana pelepasan saham ini telah dikonfirmasi oleh manajemen setelah kedua pihak menandatangani kesepakatan resmi.

Pihak manajemen mengonfirmasi kepastian hukum dari proses tersebut melalui keterbukaan informasi pada Kamis (4/11/2026).

"Sampai dengan tanggal surat ini, sepanjang sepengetahuan Perseroan, Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. dan GXS Bank Pte.

Ltd. telah menandatangani perjanjian pengalihan saham," tulis manajemen Superbank.

Perseroan saat ini memastikan bahwa proses implementasi transaksi terus berjalan sesuai jadwal.

Manajemen juga menyatakan tidak menemukan kendala berarti yang dapat membatalkan rencana interkoneksi bisnis tersebut.

>>> Psikologi Ungkap 11 Kebiasaan Orang Ber-IQ Tinggi

Struktur Kepemilikan dan Dampak Konsolidasi

Struktur kepemilikan Grab di Superbank saat ini terbagi menjadi kepemilikan langsung sebesar 32,81 persen melalui PT Kudo Teknologi Indonesia dan A5-DB Holdings Pte.

Ltd.

Sementara itu, kepemilikan tidak langsung melalui GXS Bank tercatat sebesar 17,66 persen karena Grab menguasai 60 persen hak suara di GXS Bank.

Melalui transaksi ini, porsi saham GXS Bank di Superbank otomatis melonjak dari 10,44 persen menjadi 17,66 persen.

Secara volume, kepemilikan GXS Bank bertambah dari 3,54 miliar saham menuju angka 5,99 miliar saham.

Kendati porsi hak suara Grab meningkat, posisi pemegang saham pengendali langsung perseroan dipastikan tidak berubah.

PT Elang Media Visitama (EMV) tetap mempertahankan status dan haknya sebagai pengendali utama Superbank.

Penilaian konsolidasi keuangan oleh Grab murni didasarkan pada kalkulasi total hak suara yang terakumulasi pascatransaksi.

>>> CEO CME Group Kritik Izin Futures Kripto Perpetual, Sebut Bencana Mengintai

Pihak Superbank juga menegaskan tidak ada perjanjian pemegang saham lain yang memberikan hak kendali khusus kepada pihak Grab ataupun GXS Bank.