Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang mengajak umat Islam untuk menyambut pergantian tahun dengan introspeksi diri atau muhasabah.

Ajakan ini disampaikan dalam teks Khutbah Jumat yang disusun berdasarkan materi dari Ketua Komisi Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI Kota Tangerang, KH Malkan Almasqo.

>>> Psikologi Ungkap 11 Kebiasaan Orang Ber-IQ Tinggi

Menurut MUI, momentum pergantian tahun seharusnya diisi dengan perenungan dan peningkatan ketakwaan, bukan dengan pesta dan hura-hura.

Pergantian waktu merupakan tanda kekuasaan Allah dan pengingat bahwa usia manusia semakin berkurang.

Setiap kali tahun berganti, sejatinya manusia semakin mendekati akhir kehidupan, bukan menjauh darinya.

Muhasabah sebagai Momentum Perbaikan Diri

MUI mengingatkan bahwa tahun baru hendaknya menjadi waktu untuk merenungi amal perbuatan yang telah lalu.

Umat Islam dianjurkan untuk bertanya pada diri sendiri: sudahkah shalat lebih khusyuk, lebih jujur dalam bekerja, lebih taat kepada orang tua, dan lebih banyak menolong sesama?

Pergantian tahun juga menjadi kesempatan untuk menyiapkan bekal bagi kehidupan akhirat.

Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al-Hasyr ayat 18 yang memerintahkan setiap jiwa untuk memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.

Seorang mukmin yang cerdas adalah yang selalu memperhatikan amalnya dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah kematian.

>>> CEO CME Group Kritik Izin Futures Kripto Perpetual, Sebut Bencana Mengintai

Bekal yang Harus Disiapkan

MUI menyebutkan beberapa hal esensial yang perlu dipersiapkan dalam menyongsong tahun baru.

Pertama, bekal iman dan takwa. Takwa merupakan bekal paling utama, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 197.

Kedua, bekal amal saleh. Setiap perbuatan, sekecil apa pun, akan mendapat balasan dari Allah.