Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Harapan Damai AS dan Iran
Harga minyak mentah dunia anjlok pada perdagangan Kamis (4/6/2026) setelah Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata.
Kesepakatan itu memicu harapan pulihnya dialog damai antara Amerika Serikat dan Iran.
>>> Masyarakat Ramai Akses Kalender Jawa Online Per 5 Juni 2026 untuk Cek Weton
Minyak mentah Brent merosot US$ 2,78 atau 2,84 persen ke posisi US$ 95,03 per barel.
Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) AS jatuh US$ 2,98 atau 3,1 persen menjadi US$ 93,04 per barel.
Sentimen positif muncul setelah pengumuman gencatan senjata pada Rabu malam waktu setempat.
Iran sebelumnya mensyaratkan penghentian konflik Israel-Hizbullah sebagai jalur menuju kesepakatan lebih luas dengan Washington.
Mitra Again Capital John Kilduff mengatakan pasar kembali memberikan bobot penuh pada harapan penyelesaian konflik.
Menurutnya, kekhawatiran terhadap pasokan minyak saat ini nyaris tidak diperhitungkan oleh pelaku pasar.
Optimisme perdamaian dinilai dapat membuka jalan baru bagi negosiasi lanjutan antara pihak-pihak yang berkonflik di Timur Tengah.
>>> Spanyol Imbang Lawan Irak dalam Laga Uji Coba Piala Dunia 2026
Meskipun lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih sangat terbatas, sejumlah armada mulai mendekati Teluk Persia.
Hal itu menjadi sinyal positif pembukaan kembali jalur strategis tersebut.
Di sisi lain, analis pasar mencatat beberapa faktor fundamental global masih menunjukkan kondisi pasokan minyak yang relatif ketat.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menyatakan adanya penurunan produksi minyak Rusia sejak awal tahun akibat pemeliharaan kilang yang tidak terjadwal.
Data Energy Information Administration menunjukkan stok minyak mentah domestik AS menyusut 8 juta barel menjadi 433,7 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Mei.
Angka itu melampaui estimasi awal penurunan yang hanya sebesar 4 juta barel.
Premium minyak Rusia kian melemah dan minyak Iran mulai diperdagangkan dengan potongan harga demi memikat pembeli dari China.
>>> Pantai Gading Kalahkan Prancis 2-1 di Laga Persahabatan
Permintaan China masih lesu, kendati OPEC tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan global yang kuat.
Update Terbaru
Liverpool Resmi Tunjuk Andoni Iraola sebagai Manajer Baru
Jumat / 05-06-2026, 09:32 WIB
AAJI Catat Pendapatan Premi Tunggal Asuransi Jiwa Naik 7,4 Persen
Jumat / 05-06-2026, 09:32 WIB
Niven Hopkins Bagikan Kisah Alami Gagal Ginjal Stadium Akhir di Usia Muda
Jumat / 05-06-2026, 09:31 WIB
Kementerian Kehutanan Terapkan Digitalisasi untuk Batasi Kuota Pendaki Gunung
Jumat / 05-06-2026, 09:29 WIB
IHSG Dibuka Menguat 6,7 Poin di Tengah Pelemahan Bursa Asia
Jumat / 05-06-2026, 09:29 WIB
Brian Uriarte Janji Tampil Habis-habisan di Balaton Park
Jumat / 05-06-2026, 09:28 WIB
IHSG Rebound ke 5.844,661 pada 5 Juni 2026, Disokong Sektor Barang Baku
Jumat / 05-06-2026, 09:28 WIB
Pemerintah Berpotensi Naikkan Porsi DMO Batu Bara Menjadi 30 Persen
Jumat / 05-06-2026, 09:28 WIB
Jepang Usulkan Pembangunan Kembali Reaktor Nuklir untuk Pasokan Listrik
Jumat / 05-06-2026, 09:28 WIB
Dolar AS Sentuh Rp 18.000 pada Pembukaan Perdagangan 5 Juni 2026
Jumat / 05-06-2026, 09:28 WIB
Uji Karakter Berkendara SUV Listrik Xpeng G6 di Berbagai Kondisi Jalan
Jumat / 05-06-2026, 09:27 WIB
IHSG Dibuka Menguat 6,7 Poin di Tengah Pelemahan Bursa Asia
Jumat / 05-06-2026, 09:27 WIB
Rupiah Melemah ke Rp18.074 per Dolar AS, Terburuk di Asia
Jumat / 05-06-2026, 09:26 WIB
IHSG 5 Juni 2026 Dibuka Melemah ke Level 5.833,93 Tertekan Saham Big Caps
Jumat / 05-06-2026, 09:25 WIB






