Harga Minyak Dunia Stabil Setelah Terkoreksi Tajam Akibat Ketegangan Timur Tengah
Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan Jumat setelah mengalami penurunan tajam di sesi sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh prospek perdamaian yang semakin buram di Timur Tengah.
Minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Agustus 2026 turun 21 sen atau 0,22% ke level US$ 95,24 per barel pada pukul 07.30 WIB.
>>> Kesesuaian Nilai Pancasila dan Ajaran Islam Jadi Sorotan
Sehari sebelumnya, Brent terkoreksi 2,84%.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli 2026 juga melemah tipis 10 sen atau 0,11% ke US$ 92,94 per barel, setelah anjlok 3,1% pada Kamis.
Meski demikian, kedua kontrak diperkirakan mencatat kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan. WTI bahkan telah menguat lebih dari 6% akibat kembali berkobarnya pertempuran di Timur Tengah.
Negosiasi damai berjalan lambat dan lalu lintas di Selat Hormuz masih terbatas. Analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan optimisme masih tertutupi oleh berita yang rumit.
Dari sisi teknis, selama WTI tetap di atas garis dukungan di kisaran US$ 80-an rendah, risiko harga masih condong ke atas.
Penolakan Gencatan Senjata dan Dampaknya
Ketegangan geopolitik semakin meruncing setelah Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menolak kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dimediasi AS.
>>> Saham Bumi Resources Berpotensi Menguat ke Level Batas Atas
Iran juga menetapkan syarat gencatan senjata di Lebanon sebelum berdamai dengan Washington.
Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kemajuan sedang dicapai antara Israel dan Lebanon. Namun, analis menilai situasi masih penuh ketidakpastian.
OPEC tetap optimistis terhadap pertumbuhan permintaan minyak global.
Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais menyatakan proyeksi pertumbuhan permintaan sebesar 1,2 juta barel per hari tahun ini.
Sementara itu, volume ekspor minyak Iran merosot ke level terendah dalam enam tahun akibat blokade angkatan laut AS.
>>> Pendapatan Neto Blibli Tumbuh 34 Persen Ditopang Penjualan Smartphone
Tekanan juga datang dari melemahnya permintaan di China.
Update Terbaru
9 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan Payudara Ibu Menyusui
Jumat / 05-06-2026, 09:37 WIB
Sir Alex Ferguson Kembali Terlihat di Publik Usai Sempat Masuk Rumah Sakit
Jumat / 05-06-2026, 09:37 WIB
Cara Aktifkan eSIM di iPhone dari XS hingga iPhone 17, Lengkap untuk Semua Model
Jumat / 05-06-2026, 09:37 WIB
Chelsea Siap Jual Alejandro Garnacho pada Bursa Transfer Musim Panas
Jumat / 05-06-2026, 09:36 WIB
IHSG Dibuka Melemah ke 5.824,99 pada Jumat Pagi
Jumat / 05-06-2026, 09:36 WIB
Kementerian ESDM Buka Revisi RKAB 2026 Mulai Juli
Jumat / 05-06-2026, 09:36 WIB
Saham Keuangan di Bursa Hong Kong Anjlok Akibat Pengetatan Modal China
Jumat / 05-06-2026, 09:36 WIB
Liverpool Resmi Tunjuk Andoni Iraola sebagai Manajer Baru
Jumat / 05-06-2026, 09:32 WIB
AAJI Catat Pendapatan Premi Tunggal Asuransi Jiwa Naik 7,4 Persen
Jumat / 05-06-2026, 09:32 WIB
Niven Hopkins Bagikan Kisah Alami Gagal Ginjal Stadium Akhir di Usia Muda
Jumat / 05-06-2026, 09:31 WIB
Kementerian Kehutanan Terapkan Digitalisasi untuk Batasi Kuota Pendaki Gunung
Jumat / 05-06-2026, 09:29 WIB
IHSG Dibuka Menguat 6,7 Poin di Tengah Pelemahan Bursa Asia
Jumat / 05-06-2026, 09:29 WIB
Brian Uriarte Janji Tampil Habis-habisan di Balaton Park
Jumat / 05-06-2026, 09:28 WIB
IHSG Rebound ke 5.844,661 pada 5 Juni 2026, Disokong Sektor Barang Baku
Jumat / 05-06-2026, 09:28 WIB






