Nilai-nilai luhur Pancasila dinilai memiliki keselarasan yang erat dengan ajaran Islam dan tidak bertentangan dengan prinsip keagamaan.

Umat Islam memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan, menegakkan keadilan, menghormati kemanusiaan, serta menghidupkan semangat musyawarah.

>>> Saham Bumi Resources Berpotensi Menguat ke Level Batas Atas

Gagasan tersebut mengemuka dalam khutbah Jumat yang dibawakan oleh KH Misbahul Munir SAg MM, Sekretaris Umum MUI Kota Tangerang.

Ia mengajak jamaah memahami bahwa sila-sila dalam Pancasila selaras dengan pesan Alquran tentang tauhid, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.

Momentum ini juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus merawat kebhinnekaan serta memperkuat persaudaraan.

Takwa harus dijadikan dasar utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, adil, dan beradab.

Kesesuaian Sila Pertama hingga Kelima

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, selaras dengan firman Allah yang menegaskan keesaan-Nya dan memuat kandungan ketauhidan atau at-tauhid.

Hal ini sesuai dengan Alquran Surat Al-Ikhlas ayat 1: "Katakanlah (Muhammad) ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa’."

Sila ini bukan sekadar kalimat pajangan, melainkan fondasi spiritual yang fundamental bagi bangsa Indonesia.

Para pendiri bangsa, termasuk ulama, ingin memastikan Indonesia adalah bangsa yang bertuhan dan menolak ateisme.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, termaktub dalam Alquran yang berisi kandungan kemanusiaan atau al-insaniyyah.

Hal ini disebutkan dalam Alquran surat An-Nisa ayat 135 yang memerintahkan untuk menjadi penegak keadilan.

Sila ini merupakan manifestasi dari konsep humanisme Islam yang dijunjung tinggi dalam Alquran.

>>> Pendapatan Neto Blibli Tumbuh 34 Persen Ditopang Penjualan Smartphone

Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab juga termaktub dalam Surat Al-Maidah ayat 8 tentang keadilan.