MUI vs Menteri Pigai: HAM Bukan Absolut untuk Legalkan LGBT
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menyatakan bahwa perilaku LGBT tidak boleh dilegalkan di Indonesia.
Ia juga mengkritik penggunaan hak asasi manusia (HAM) sebagai dasar pembelaan terhadap kelompok LGBT.
>>> Roy Suryo Terima Pensiun Menteri, Segini Besarannya
"Dalam perspektif Islam, HAM itu bukan sesuatu yang absolut.
Ketika atas nama HAM tapi kemudian bertentangan dengan HAM itu sendiri, ya tidak bisa dong," ujar KH Anwar.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi pandangan Menteri HAM Natalius Pigai mengenai posisi kelompok LGBT di masyarakat.
Sebelumnya, Pigai menyebut masyarakat Indonesia belum siap menerima LGBT sebagai kelompok atau komunitas yang diatur regulasi khusus.
MUI Susun Konsep Penolakan dan Sanksi Hukum
KH Anwar mengatakan MUI tengah menyusun kajian yang memuat sikap penolakan serta usulan sanksi hukum terkait LGBT.
Dokumen tersebut rencananya akan disampaikan kepada DPR RI sebagai masukan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).
Ia juga menyinggung kebijakan sejumlah negara seperti Rusia dan beberapa negara di Afrika sebagai perbandingan dalam penerapan regulasi LGBT.
>>> Pertamina Kembali Gelar AJP 2026, Usung Tema 'Energizing Innovation'
Menurut KH Anwar, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mengatur bahwa perkawinan yang diakui negara dilakukan antara laki-laki dan perempuan.
"Kalau antara laki-laki dengan laki-laki, bagaimana? Itu kan melanggar undang-undang.
Kalau melanggar undang-undang, diberi sanksi tidak? Ya iyalah.
Kambing saja tidak mau laki sama laki," katanya.
Sementara itu, Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan bahwa setiap individu warga negara Indonesia tetap memiliki hak-hak dasar yang wajib dilindungi negara.
"Hak dia sebagai WNI, hak untuk mendapatkan pekerjaan, pendidikan, upah, gaji, penghidupan yang layak sebagai WNI harus dijamin negara.
>>> BNI Rayakan 80 Tahun dengan Tema Swadharma Bhakti Nagara
Tetapi kalau dalam konteks regulasi sebagai kelompok atau komunitas itu belum, masyarakat Indonesia belum siap," kata Pigai.
Update Terbaru
Harga dan Jadwal Penjualan Tiket Konser BOYNEXTDOOR di Jakarta 2026
Jumat / 03-07-2026, 16:41 WIB
123 Kreator Muda Ikuti Kompetisi Video IFG untuk Tingkatkan Kesadaran Risiko Sehari-hari
Jumat / 03-07-2026, 16:40 WIB
5 Sandal MyFeet untuk Jalan-jalan Tanpa Nyeri Tumit Rekomendasi Dokter
Jumat / 03-07-2026, 16:40 WIB
Trik Kumpulkan Kotak Berlian 2026 untuk Saldo DANA Rp500 Ribu
Jumat / 03-07-2026, 16:32 WIB
Bikin Nangis! Selain Ompreng, Kaos Kaki Pun Jadi Korban Korupsi MBG
Jumat / 03-07-2026, 16:28 WIB
BEI Ungkap Dua Emiten Masuk Kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi
Jumat / 03-07-2026, 16:26 WIB
Usulan Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan Diklaim Perkuat Keuangan JKN
Jumat / 03-07-2026, 16:26 WIB
Pos Indonesia dan GT Empire Jalin Kerja Sama Logistik ke Malaysia
Jumat / 03-07-2026, 16:26 WIB
Seluruh Seri Galaxy S27 Akan Dilengkapi Fitur Privacy Display
Jumat / 03-07-2026, 16:22 WIB
50 Ucapan Ulang Tahun untuk Ibu yang Menyentuh Hati
Jumat / 03-07-2026, 16:22 WIB
Sinopsis Drama Jepang Human Vapor, Perburuan Kriminal yang Bisa Berubah Jadi Uap
Jumat / 03-07-2026, 16:11 WIB
Jurnalis Ungkap Sentralisasi Kekuasaan di Masa Kedua Trump
Jumat / 03-07-2026, 16:11 WIB
Algeria Hadapi Swiss di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 16:06 WIB
Kebakaran Hutan di Colorado Paksa Pembatalan Kembang Api 4 Juli
Jumat / 03-07-2026, 16:06 WIB






