Harga Minyak Dunia Stabil Pasca Optimisme Perundingan AS dan Iran
Harga minyak mentah dunia bergerak stabil setelah mengalami penurunan pertama pekan ini.
Pasar merespons positif kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran mengenai pemulihan pasokan energi melalui Selat Hormuz.
>>> Menteri Perdagangan Budi Santoso Sahkan Revisi Aturan E-Commerce
West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah US$93 per barel setelah merosot lebih dari 3% pada Kamis.
Sementara itu, minyak Brent bertengger di kisaran US$95 per barel.
Sebelumnya, ketidakpastian negosiasi sempat mengikis optimisme pembukaan kembali jalur Selat Hormuz. Jalur ini mengangkut seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia.
Meskipun demikian, WTI masih menguat lebih dari 6% sepanjang pekan ini.
Kondisi pasar berjangka saat ini mengalami penurunan sekitar seperlima sejak awal April 2026, ketika kesepakatan gencatan senjata mengakhiri pertempuran lima pekan antara AS dan Teheran.
Analis: Penurunan Harga Buah Gencatan Senjata
Analis Raymond James, Pavel Molchanov, menilai dampak positif dari berakhirnya konflik bersenjata terhadap infrastruktur minyak.
"Pergerakan WTI dari level di atas US$110 sebelum gencatan senjata ke kisaran US$90-an saat ini merupakan buah yang paling mudah dipetik," ujarnya.
>>> Andoni Iraola Resmi Latih Liverpool dengan Kontrak hingga 2028
Menurut Molchanov, hal ini mencerminkan kelegaan pasar bahwa perang skala penuh telah berakhir. Infrastruktur industri minyak di kawasan tersebut sebagian besar tidak mengalami kerusakan berarti.
Faktor penentu pergerakan harga ke depan bertumpu pada kelancaran arus logistik di jalur pelayaran utama.
"Penurunan harga lebih lanjut akan bergantung pada pemulihan yang signifikan dalam volume pengiriman melalui Hormuz," kata Molchanov.
Hambatan perundingan bilateral masih dipengaruhi situasi geopolitik di Lebanon akibat serangan militer Israel yang terus berjalan.
Terkait penolakan kesepakatan gencatan senjata oleh kelompok Hezbollah yang didukung Iran, Presiden AS Donald Trump memberikan tanggapan.
"Mereka tidak menolak saya," kata Trump. Pihak Gedung Putih juga mengklaim adanya komunikasi aktif yang diinisiasi oleh kelompok tersebut mengenai penghentian konflik.
>>> Bursa Emas Shanghai Catat Penurunan Permintaan Logam Mulia
"Mereka menghubungi kami," tambah Trump.
Update Terbaru
Larte Design Hadirkan Program Warna Baru untuk Mercedes-AMG G 63, Terinspirasi F1
Jumat / 05-06-2026, 08:32 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Akibat Minim Katalis Positif
Jumat / 05-06-2026, 08:31 WIB
Kejaksaan Agung Usut Dugaan Mark Up Harga Motor Listrik Emmo JVH Max
Jumat / 05-06-2026, 08:29 WIB
Target Produksi Minyak 2026: Masih Jauh, Banyak Tantangan
Jumat / 05-06-2026, 08:28 WIB
Perusahaan Nikel China Mulai Bidik Proyek Investasi di Luar Indonesia
Jumat / 05-06-2026, 08:28 WIB
Kejaksaan Agung Usut Dugaan Mark Up Motor Listrik Emmo JVH Max
Jumat / 05-06-2026, 08:28 WIB
Pemerintah Pantau Pelemahan Rupiah dan IHSG, Fundamental Ekonomi Dinilai Kuat
Jumat / 05-06-2026, 08:27 WIB
Kemenpar Tegaskan Penertiban Vila Tanpa Izin Bukan untuk Persulit Usaha
Jumat / 05-06-2026, 08:27 WIB
Garena Rilis Kode Redeem FF Hari Ini 5 Juni 2026 Sambut Booyah Pass Terbaru
Jumat / 05-06-2026, 08:26 WIB
Pemprov DKI Buka Jalur SPMB Bersama 2026 untuk Sekolah Swasta Gratis
Jumat / 05-06-2026, 08:24 WIB
Kode Redeem FF 5 Juni 2026 Masih Aktif, Ada Hadiah Incubator Voucher
Jumat / 05-06-2026, 08:24 WIB
Suku Korowai Papua Membangun Rumah Pohon Unik Setinggi 35 Meter
Jumat / 05-06-2026, 08:24 WIB
Garuda Indonesia Atur Pemulangan Jemaah Haji Imbas Kepadatan di Jeddah
Jumat / 05-06-2026, 08:24 WIB
Fujifilm Hadirkan Mobile X-Ray di Aceh untuk Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabanjir
Jumat / 05-06-2026, 08:22 WIB






