Menteri Perdagangan Budi Santoso Sahkan Revisi Aturan E-Commerce
Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi menandatangani revisi regulasi penyelenggaraan perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) pada Kamis (4/6/2026) di Jakarta.
Kebijakan baru ini memperketat sekaligus memperjelas pengaturan ekosistem e-commerce di Indonesia.
>>> Andoni Iraola Resmi Latih Liverpool dengan Kontrak hingga 2028
Revisi terhadap Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 memperluas cakupan pengaturan digital.
Pemerintah kini menyertakan layanan ride-hailing untuk aktivitas perdagangan barang dan platform online travel agent (OTA) ke dalam ekosistem niaga elektronik.
Lima Aspek Krusial dalam Revisi
Penyempurnaan aturan menitikberatkan pada lima aspek: peningkatan visibilitas produk lokal, fasilitasi legalitas pelaku usaha, transparansi kemitraan platform digital, penguatan perlindungan konsumen, dan penguatan tata kelola teknologi digital.
"Penyempurnaan regulasi PMSE bertujuan mendorong ekosistem perdagangan digital yang adil, sehat, dan bermanfaat," kata Budi Santoso.
Penerapan beleid baru juga menjadi instrumen pemerintah menggenjot daya saing produk dalam negeri, khususnya bagi usaha mikro dan kecil (UMK).
Platform digital diwajibkan menyediakan mekanisme pengaduan dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mencegah praktik dagang tidak sehat.
"Yang diatur adalah transaksi jual beli barangnya, bukan layanan transportasinya," jelas Budi Santoso.
>>> Bursa Emas Shanghai Catat Penurunan Permintaan Logam Mulia
Penambahan model bisnis ride-hailing dan OTA merupakan langkah adaptif terhadap lanskap digital yang bergerak cepat.
"Penambahan dua model bisnis PPMSE ini respons terhadap perkembangan lanskap perdagangan digital yang dinamis," tambah Budi Santoso.
Pemerintah menegaskan kewajiban mengurus perizinan berusaha berlaku bagi seluruh pedagang yang memanfaatkan platform digital.
"Perizinan berusaha membuka kesempatan bagi UMKM mengakses program pemerintah seperti pelatihan, pembiayaan, dan fasilitasi promosi," tutur Budi Santoso.
Pemerintah menetapkan masa transisi khusus agar implementasi kewajiban izin usaha tidak mengganggu bisnis digital secara mendadak.
Proses adopsi regulasi akan dikawal bertahap melalui program pendampingan bagi pelaku usaha digital.
>>> Pemerintah Revisi Aturan PMSE demi Perkuat Ekosistem Perdagangan Digital
"Regulasi ini langkah awal. Kami akan hadir melalui sinergi pembinaan dan pendampingan," pungkas Budi Santoso.
Update Terbaru
Larte Design Hadirkan Program Warna Baru untuk Mercedes-AMG G 63, Terinspirasi F1
Jumat / 05-06-2026, 08:32 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Akibat Minim Katalis Positif
Jumat / 05-06-2026, 08:31 WIB
Kejaksaan Agung Usut Dugaan Mark Up Harga Motor Listrik Emmo JVH Max
Jumat / 05-06-2026, 08:29 WIB
Target Produksi Minyak 2026: Masih Jauh, Banyak Tantangan
Jumat / 05-06-2026, 08:28 WIB
Perusahaan Nikel China Mulai Bidik Proyek Investasi di Luar Indonesia
Jumat / 05-06-2026, 08:28 WIB
Kejaksaan Agung Usut Dugaan Mark Up Motor Listrik Emmo JVH Max
Jumat / 05-06-2026, 08:28 WIB
Pemerintah Pantau Pelemahan Rupiah dan IHSG, Fundamental Ekonomi Dinilai Kuat
Jumat / 05-06-2026, 08:27 WIB
Kemenpar Tegaskan Penertiban Vila Tanpa Izin Bukan untuk Persulit Usaha
Jumat / 05-06-2026, 08:27 WIB
Garena Rilis Kode Redeem FF Hari Ini 5 Juni 2026 Sambut Booyah Pass Terbaru
Jumat / 05-06-2026, 08:26 WIB
Pemprov DKI Buka Jalur SPMB Bersama 2026 untuk Sekolah Swasta Gratis
Jumat / 05-06-2026, 08:24 WIB
Kode Redeem FF 5 Juni 2026 Masih Aktif, Ada Hadiah Incubator Voucher
Jumat / 05-06-2026, 08:24 WIB
Suku Korowai Papua Membangun Rumah Pohon Unik Setinggi 35 Meter
Jumat / 05-06-2026, 08:24 WIB
Garuda Indonesia Atur Pemulangan Jemaah Haji Imbas Kepadatan di Jeddah
Jumat / 05-06-2026, 08:24 WIB
Fujifilm Hadirkan Mobile X-Ray di Aceh untuk Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabanjir
Jumat / 05-06-2026, 08:22 WIB






