Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan akhir pekan di zona hijau.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, indeks terpantau menguat 6,7 poin atau setara 0,11 persen ke level 5.846 pada pukul 9.01 WIB.

>>> Rupiah Melemah ke Rp18.074 per Dolar AS, Terburuk di Asia

Pergerakan indeks domestik ini berbanding terbalik dengan kondisi di bursa regional.

Mayoritas indeks saham utama di Bursa Asia yang telah memulai perdagangan justru kompak melemah dan berada di zona merah.

Koreksi melanda sejumlah bursa utama Asia seperti KOSPI dan KOSDAQ di Korea Selatan, TW Weighted Index di Taiwan, NIKKEI 225 di Jepang, Shenzhen Comp.

di China, Hang Seng di Hong Kong, serta Straits Times di Singapura.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia setelah lima menit pasar dibuka, volume perdagangan telah mencapai 2,8 miliar saham.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp2,43 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 215.796 kali.

Dalam awal perdagangan tersebut, tercatat sebanyak 220 saham bergerak menguat dan 276 saham mengalami penurunan. Sementara itu, terdapat 187 saham yang posisinya tidak bergerak atau stagnan.

Tekanan Jual Masih Berlanjut

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pergerakan indeks masih menghadapi tekanan jual yang berlanjut dari sesi sebelumnya.

Kondisi ini dipicu oleh berkembangnya berbagai rumor di pasar domestik yang berbarengan dengan rendahnya tingkat kepercayaan investor.

Secara teknikal, pergerakan indeks diproyeksikan cenderung terbatas dengan rentang support di level 5.813 dan resistance pada posisi 6.060.

Minimnya katalis positif di dalam negeri serta situasi ketidakpastian membuat laju indeks bergerak dalam ruang yang sempit.

“Selain itu, pasar juga akan mencermati pergerakan mata uang rupiah dan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Nonfarm Payrolls yang berpotensi mempengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.