Rupiah Melemah ke Rp18.074 per Dolar AS, Terburuk di Asia
Nilai tukar rupiah membuka perdagangan pada Jumat (5/6/2026) dengan pelemahan 0,23 persen ke level Rp18.074 per dolar AS.
Pelemahan ini dipicu oleh kegelisahan pasar terhadap ketidakpastian kebijakan ekonomi domestik.
>>> IHSG 5 Juni 2026 Dibuka Melemah ke Level 5.833,93 Tertekan Saham Big Caps
Penurunan tersebut melanjutkan tren negatif yang terjadi sejak hari sebelumnya. Sepanjang pekan ini, mata uang Indonesia telah tergerus sebesar 1,03 persen.
Kondisi ini menempatkan rupiah sebagai mata uang terlemah ketiga di Asia setelah won Korea Selatan dan ringgit Malaysia.
Jika dihitung sejak awal tahun, depresiasi rupiah mencapai 7,44 persen, menjadikannya berkinerja terburuk di kawasan regional.
Pelaku pasar terus mencermati ketidakpastian serta inkonsistensi kebijakan yang memicu pelemahan tajam sebesar 5,79 persen pada kuartal kedua.
Sejak awal berjalannya pemerintahan saat ini, total pelemahan rupiah sudah menyentuh angka 14 persen.
Proyeksi Pelemahan Lebih Dalam
Data Bloomberg News menunjukkan bahwa pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 45 persen rupiah akan menyentuh Rp19.000 per dolar AS pada Desember mendatang.
>>> Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, dan BNI 5 Juni 2026 Melejit
Sementara itu, probabilitas melemah hingga Rp20.000 per dolar AS dalam satu tahun ke depan berada di angka 27 persen.
Kekhawatiran investor global kian diperparah oleh perubahan profil kredit Indonesia.
Padahal, status investment-grade dari lembaga pemeringkat utama didapatkan dengan susah payah pada periode 2012 hingga 2017 melalui disiplin fiskal pasca-krisis moneter 1998.
Pergerakan nilai tukar dan aset keuangan domestik selanjutnya akan dipengaruhi oleh rilis kinerja fiskal terbaru hari ini. Kementerian Keuangan dijadwalkan mengumumkan laporan tersebut dalam APBN KiTa.
Pada publikasi edisi sebelumnya, laporan performa finansial negara menunjukkan catatan yang kurang impresif.
>>> DPR dan Pemerintah Finalisasi Konsep Bursa Mineral, Target Operasi 2027
Defisit APBN Indonesia tercatat berada di angka Rp164,4 triliun atau setara dengan 0,64 persen dari PDB.
Update Terbaru
AI Canggih Gagal Total di Tugas Kantor Nyata
Rabu / 22-07-2026, 04:29 WIB
VP Engineering Xbox Mundur Dua Bulan Setelah Ditunjuk CEO Asha Sharma
Rabu / 22-07-2026, 04:28 WIB
DC Konfirmasi Clayface di Creature Commandos dan Film Horor adalah Karakter yang Sama
Rabu / 22-07-2026, 04:28 WIB
OVA Minky Momo Terbaru Rilis Video, Visual, dan Cast
Rabu / 22-07-2026, 04:28 WIB
Netflix Rilis Serial Live-Action Baru GTO: Great Teacher Onizuka
Rabu / 22-07-2026, 04:28 WIB
VOYA Luncurkan Dua Varian Sirup Floral Baru di FHI 2026
Rabu / 22-07-2026, 04:24 WIB
FHI 2026 Resmi Dibuka, Dorong Investasi dan Perdagangan Industri Makanan-Hospitality
Rabu / 22-07-2026, 04:24 WIB
Cara Menonton Galaxy Unpacked Samsung: Lipat, Jam Tangan, dan Lainnya
Rabu / 22-07-2026, 04:24 WIB
Kindle Paperwhite Signature Edition Turun Harga ke Level Terendah
Rabu / 22-07-2026, 04:22 WIB
Polisi di Long Branch Ditikam di Kepala Saat Tangani KDRT
Rabu / 22-07-2026, 04:22 WIB
Video: Tersangka Bersenjata Tembaki Polisi LAPD Sebelum Ditembak
Rabu / 22-07-2026, 04:21 WIB
Tyrese Haliburton dan Jade Jones Resmi Menikah di Pengadilan
Rabu / 22-07-2026, 04:21 WIB
Mark Henry Dukung Tom Brady Vs Logan Paul di WWE
Rabu / 22-07-2026, 04:21 WIB
Jennifer Aniston Mundur dari Adaptasi TV 'Glad My Mom Died'
Rabu / 22-07-2026, 04:21 WIB







