Untuk pilihan saham, riset BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham MDKA dan TINS.

Regulasi Baru dan Analisis Teknikal

Sentimen lain yang menjadi perhatian pasar berasal dari kebijakan legislatif.

Melansir Phintraco Sekuritas, DPR telah mengesahkan UU P2SK yang mengatur kewenangan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menerbitkan obligasi khusus.

Surat utang yang dinamakan Patriot Bond dan Merah Putih Bond tersebut diterbitkan untuk memperluas pendanaan jangka panjang proyek strategis nasional.

Langkah ini diambil guna memperkuat kapasitas investasi Danantara tanpa membebani APBN.

>>> IHSG 5 Juni 2026 Dibuka Melemah ke Level 5.833,93 Tertekan Saham Big Caps

Danantara juga berencana menerbitkan surat utang global dengan nilai mencapai US$5 miliar. Obligasi internasional tersebut telah mendapatkan peringkat Baa2 dengan outlook negatif dari lembaga pemeringkat Moody's.

Di sisi lain, penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung terus memicu guncangan inflasi global.

Fokus kalender ekonomi Amerika Serikat pekan ini tertuju pada pasar tenaga kerja lewat rilis data Nonfarm Payrolls bulan Mei untuk melihat keberlanjutan kekuatan sektor tersebut.

Dari sisi teknikal, Phintraco mencatat adanya pelebaran histogram negatif MACD, sementara indikator Stochastic RSI telah membentuk pola death cross.

Meski tekanan berkurang dari level terendah harian, indeks diperkirakan masih fluktuatif cenderung melemah untuk menguji support di kisaran 5.700–5.800.

“Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk death cross.

Meskipun pelemahan IHSG berkurang dari level terendah hariannya, namun diperkirakan pergerakan IHSG masih akan fluktuatif cenderung melemah dan menguji support di 5.700–5.800,” mengutip paparan Phintraco.

Phintraco merekomendasikan beberapa saham pilihan yang meliputi ADRO, ANTM, MDKA, TINS, dan INCO.