Tiga pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar konsolidasi internal di Kantor BGN, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026).

Fokus utama pertemuan adalah efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

>>> John Herdman Panggil Muhammad Ferarri ke Timnas Indonesia, Ini Alasannya

Langkah penghematan ini menyusul pemotongan pagu anggaran program dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Meski anggaran menyusut, BGN memastikan kuota penerima manfaat tidak akan berkurang.

Kepala BGN Nanik S. Deyang menjelaskan bahwa penataan ulang alokasi dana menjadi agenda utama yang segera digodok.

"Hal utama yang telah kami bahas adalah menuju pada efisiensi anggaran," ujarnya dalam konferensi pers.

Manajemen BGN menegaskan bahwa kebijakan penghematan dirancang secara cermat. Target sasaran penerima manfaat dan mutu pasokan makanan dipastikan tidak akan menurun.

>>> Apkasi Bekali 29 Finalis Putri Otonomi Indonesia untuk Dorong Koperasi Desa

"Kami berharap meskipun anggaran dipotong menjadi Rp268 triliun, kami masih bisa menurunkan lagi namun tidak mengurangi sasaran," kata Nanik.

Empat Langkah Strategis Efisiensi

Untuk merealisasikan target penghematan, BGN menerapkan empat langkah strategis. Pertama, melakukan refocusing penerima manfaat agar lebih tepat sasaran.

Kedua, memberlakukan moratorium pembangunan dapur baru. Ketiga, membenahi fasilitas dapur yang telah beroperasi agar sesuai standar operasional.

Keempat, memperluas skema pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui alternatif model yang lebih efisien.

>>> BSI dan ANTAM Gelar Pop Up Booth, Permudah Pembelian Emas Fisik di Jakarta

Sebelumnya, penyesuaian pagu anggaran telah diindikasikan oleh otoritas keuangan negara karena adanya pemotongan berkala. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut anggaran masih berpotensi bergerak dinamis.