PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) bekerja sama dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menggelar acara Pop Up Booth BSI & ANTAM di BSI Tower, Jakarta, pada 2-5 Juni 2026.

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat peran bullion banking serta mendorong kesadaran masyarakat dan generasi muda terhadap investasi syariah yang aman, mudah, dan terjangkau.

>>> PT Mega Perintis Tbk Targetkan Pertumbuhan Kinerja Dua Digit pada 2026

Masyarakat dapat membeli emas secara langsung di lokasi dengan melakukan reservasi online atau walk-in. Syarat utamanya adalah memiliki rekening BSI Emas di aplikasi BYOND by BSI.

Nasabah baru berkesempatan mendapatkan cashback saldo Rp50.000 dengan membuka rekening dan membeli emas minimal Rp200.000 menggunakan kode promo selama kuota tersedia.

Nasabah eksisting cukup melakukan top-up dengan nominal serupa dan membawa KTP fisik asli.

Fleksibilitas Emas sebagai Instrumen Investasi

Emas dinilai memiliki ekosistem unik karena selain berfungsi sebagai instrumen investasi yang bisa dicetak mulai ukuran 2 gram, aset ini juga memiliki fleksibilitas tinggi saat nasabah membutuhkan dana cepat.

>>> Kimia Farma Pasang Target Konservatif pada 2026 demi Hadapi Tekanan Global

"Jika ada kebutuhan mendesak, emas dapat digadaikan, dan bagi nasabah yang ingin memiliki emas dalam jumlah gramasi besar, tersedia pula fasilitas cicilan melalui pembiayaan," jelas Anton Sukarna, Direktur Sales & Distribution BSI.

Pihak bank menyatakan langkah ini bertujuan memperluas jangkauan pasar investasi agar instrumen ini semakin dikenal luas oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Bahkan dengan adanya kolaborasi booth BSI & ANTAM, harapannya nasabah dapat merasakan tidak hanya satu pengalaman berinvestasi emas, mulai dari membuka rekening BSI Emas hingga membeli langsung fisik emas ANTAM di tempat," ucap Anton Sukarna.

>>> Kim Jong Un Perintahkan Percepatan Produksi Senjata Nuklir

Integrasi kemudahan transaksi digital lewat aplikasi BYOND by BSI dan akses produk fisik ANTAM menjadi komitmen kedua perusahaan dalam mempercepat inklusi keuangan syariah di Indonesia.