PT Mega Perintis Tbk (ZONE) membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 10 persen hingga 15 persen sepanjang tahun 2026.

Target optimistis ini dipicu lonjakan kinerja keuangan pada kuartal I-2026, perluasan jaringan toko, serta penguatan kanal digital.

>>> Kimia Farma Pasang Target Konservatif pada 2026 demi Hadapi Tekanan Global

Peningkatan daya beli masyarakat selama momentum Idulfitri 2026 menjadi pendorong utama pertumbuhan. Kesiapan persediaan pakaian muslim yang sesuai tren pasar serta kelancaran rantai pasok turut mendukung performa tersebut.

Manajemen telah menyiapkan strategi untuk menjaga momentum di tengah dinamika industri ritel domestik. Langkah tersebut meliputi penguatan kualitas produk, optimalisasi pemasaran digital, dan pembukaan toko baru secara selektif.

"Perseroan telah menyiapkan persediaan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar secara optimal selama periode puncak penjualan," ujar Luki Rusli, Direktur ZONE.

Penjualan ZONE pada kuartal I-2026 mencapai Rp398,78 miliar, naik 47,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp270,07 miliar.

Laba bersih perusahaan juga meningkat 29,51 persen secara tahunan menjadi Rp27,24 miliar dari sebelumnya Rp21,03 miliar.

Pakaian masih menjadi penopang utama usaha dengan kontribusi penjualan Rp381,28 miliar pada Januari-Maret 2026, sedangkan aksesoris menyumbang Rp17,49 miliar.

Pelanggan pihak ketiga terbesar adalah PT Matahari Department Store Tbk dengan nilai Rp27,95 miliar atau di atas 7 persen dari total penjualan.

Ekspansi Gerai dan Strategi Omnichannel

Perusahaan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp21 miliar untuk menopang pertumbuhan tahun ini.

>>> Kim Jong Un Perintahkan Percepatan Produksi Senjata Nuklir

Dana tersebut digunakan untuk toko baru sebesar Rp14,5 miliar, revitalisasi gerai Rp1,5 miliar, dan investasi mesin otomasi manufaktur Rp5 miliar.