PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berhasil memperkuat dominasinya di industri ritel modern nasional.

Pangsa pasar Alfamart secara mandiri naik 1,7 persen menjadi 36,2 persen sepanjang tahun lalu.

>>> Lionel Scaloni Berpeluang Cetak Sejarah Hebat Bersama Argentina

Secara grup, akumulasi pangsa pasar korporasi ini mencapai 42,2 persen dari total pasar ritel minimarket modern di Indonesia.

Data tersebut berdasarkan laporan dari Kiwoom Sekuritas.

Kinerja Keuangan Positif

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menyebut perluasan pangsa pasar berjalan seiring pertumbuhan kinerja keuangan yang positif.

Pada kuartal pertama 2026, emiten berkode AMRT ini membukukan laba bersih Rp 1,07 triliun. Angka itu tumbuh 10,29 persen secara tahunan (year on year).

Perusahaan juga mencatat total pendapatan senilai Rp 35,24 triliun pada periode yang sama.

>>> Hubungan Trump-Netanyahu Mulai Retak Akibat Konflik Lebanon

Ekspansi Gerai dan Infrastruktur

Ekspansi jaringan gerai yang agresif menjadi faktor utama penopang kenaikan pangsa pasar. Hingga Desember 2025, Alfamart telah mengoperasikan 24.434 gerai di berbagai wilayah Indonesia.

Azis menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam melebarkan jangkauan di luar Jawa. Wilayah luar Jawa kini berkontribusi 36,6 persen dari total gerai.

Kontribusi tersebut hampir mengimbangi porsi gerai di area Jawa non-Jabodetabek yang mencapai 39,4 persen. Sementara itu, wilayah Jabodetabek menyumbang 24 persen dari total jaringan toko.

Kelancaran operasional didukung infrastruktur logistik yang tersebar strategis. Perusahaan memiliki 58 gudang distribusi, termasuk lima titik pasokan atau stock point.

Kombinasi keunggulan pangsa pasar, infrastruktur distribusi masif, dan kondisi keuangan yang sehat memberikan ruang gerak luas bagi perusahaan.

>>> Dua Jemaah Haji Asal Sumsel Meninggal Dunia di Makkah

Hal ini memperkuat posisi Alfamart untuk melanjutkan ekspansi dan mempertahankan daya saing.