Ekonom Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi PPKF 2027 Terlalu Optimistis
Target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 sebesar 5,8 persen hingga 6,5 persen dinilai kurang realistis oleh pengamat ekonomi Wijayanto.
Menurutnya, asumsi dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) 2027 terlalu optimistis.
>>> Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI di Istana Merdeka
Salah satu indikator yang disorot adalah patokan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp16.800 hingga Rp17.500.
Padahal, posisi riil saat ini sudah melemah di kisaran Rp18.100 per dolar AS.
Proyeksi imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun di angka 6,8 persen hingga 7,3 persen juga dianggap terlalu rendah.
Target inflasi 1,5 persen sampai 3,5 persen dinilai tidak sesuai dengan tingginya risiko global.
"Asumsi PPKF 2027 terlalu optimistis, di mana nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipatok Rp 16.800-Rp 17.500 per dolar AS, padahal saat ini sudah berada di sekitar Rp 18.100 per dolar AS," ujar Wijayanto.
Kondisi pasar modal juga sedang tertekan, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penurunan jangka pendek.
Cadangan devisa yang menurun turut mempengaruhi prospek ekonomi.
>>> Kebiasaan Makan Buah dan Sayur Bikin Emosi Anak Prasekolah Lebih Tenang
"Artinya target pertumbuhan 5,8%-6,5% terlalu optimistis," katanya.
Pemerintah Disarankan Gunakan Asumsi Lebih Konservatif
Wijayanto menyarankan pemerintah mengubah strategi penyusunan APBN 2027 dengan landasan angka yang lebih aman.
Hal ini penting untuk menghadapi ketidakpastian global yang masih tinggi.
"Dalam kondisi seperti saat ini, idealnya pemerintah menggunakan asumsi yang lebih konservatif, lalu fokus pada kualitas pertumbuhan, bukan sekadar nominal pertumbuhan," ungkapnya.
Fokus pembangunan sebaiknya dialihkan pada penyerapan tenaga kerja, penguatan daya beli, dan peningkatan produktivitas.
Dengan demikian, dampak positif pertumbuhan dapat tersebar merata ke seluruh lapisan masyarakat.
>>> Pakar Soroti Klaim 'Nontoxic' Panci Keramik Modern, Transparansi Bahan Dipertanyakan
"Menurut hemat saya, target realistis pertumbuhan ekonomi 2027 adalah 5,0%-5,4%," pungkasnya.
Update Terbaru
Asal-usul Istilah Football dan Soccer: Sejarah Perdebatan Nama Sepak Bola
Selasa / 09-06-2026, 22:24 WIB
Aparat Keamanan AS Dikritik Keras Usai Perlakukan Peserta Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 22:24 WIB
Erick Thohir Bantah Ada Perbedaan Perlakuan ke Pemain Timnas
Selasa / 09-06-2026, 22:24 WIB
Industri Agroinput Nasional Butuh Insentif di Tengah Lonjakan Biaya Produksi
Selasa / 09-06-2026, 22:24 WIB
Christian Eriksen Pulih di Rumah Usai Kolaps dalam Laga Denmark Kontra Ukraina
Selasa / 09-06-2026, 22:21 WIB
Timor Leste Pastikan Tiket Grup A ASEAN Championship 2026
Selasa / 09-06-2026, 22:21 WIB
John Herdman Rotasi Posisi Pemain Jelang Laga Melawan Mozambik
Selasa / 09-06-2026, 22:20 WIB
Presiden Meksiko Jamin Keamanan Pembukaan Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 22:20 WIB
Timnas Kirgistan Uji Coba Lawan Palestina pada Juni 2026
Selasa / 09-06-2026, 22:20 WIB
Timor Leste Lolos ke Piala ASEAN 2026 Usai Singkirkan Brunei
Selasa / 09-06-2026, 22:20 WIB
John Herdman Puji Fleksibilitas Taktik Pemain Timnas Indonesia
Selasa / 09-06-2026, 22:20 WIB
Komdigi Verifikasi Laporan Pelindungan Anak dari 175 Platform Digital
Selasa / 09-06-2026, 22:19 WIB
Christian Eriksen Pulih di Rumah Usai Kolaps saat Denmark vs Ukraina
Selasa / 09-06-2026, 22:16 WIB
China vs Thailand: Laga Persahabatan di Jinhua pada 9 Juni 2026
Selasa / 09-06-2026, 22:16 WIB






