Popularitas panci keramik modern dalam beberapa tahun terakhir melonjak pesat.

Berbagai merek peralatan masak dengan desain estetik dan klaim 'nontoxic' atau tidak beracun sukses menarik perhatian konsumen di seluruh dunia.

>>> Eurovision Sport Perluas Layanan Siaran Gratis di Inggris

Produk-produk ini dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan panci anti lengket generasi lama yang menggunakan bahan kimia PFAS atau 'forever chemicals'.

Namun, di balik citra ramah kesehatan tersebut, sejumlah pakar dan penelitian independen mulai mempertanyakan validitas klaim yang digunakan produsen.

Regulator di Amerika Serikat kini mulai menyoroti transparansi bahan yang digunakan dalam lapisan panci yang selama ini dipasarkan sebagai 'keramik' dan 'tidak beracun'.

Klaim 'Nontoxic' dan 'Keramik' Dipertanyakan

Sejumlah merek populer mempromosikan produknya sebagai peralatan masak berbahan keramik yang aman bagi kesehatan keluarga.

Meski demikian, para peneliti menemukan bahwa produk tersebut sebenarnya tidak terbuat dari keramik murni seperti yang dipahami masyarakat pada umumnya.

Produsen juga tidak mengungkapkan secara rinci komposisi bahan yang digunakan karena dilindungi aturan kerahasiaan bisnis.

Kondisi ini membuat para ahli kesulitan memverifikasi apakah produk tersebut benar-benar aman sebagaimana yang diklaim.

Regulator Menuntut Transparansi

Kekhawatiran mengenai bahan yang digunakan mendorong Departemen Ekologi Washington untuk meminta produsen panci semi-keramik menyerahkan informasi mengenai kandungan lapisan anti lengket yang mereka gunakan.

Senior toxicologist dari Departemen Ekologi Washington, Marissa Smith, mengatakan transparansi menjadi tantangan besar baik bagi regulator maupun konsumen.

'Sulit bagi regulator untuk mengetahui apakah kita benar-benar beralih ke alternatif yang aman. Namun hal yang sama juga dialami keluarga yang ingin membeli produk yang lebih aman.