Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memanggil bek Bhayangkara Presisi Lampung, Muhammad Ferarri, untuk memperkuat skuad Garuda.

Keputusan ini mengejutkan karena Ferarri hanya tampil 14 kali dengan total 783 menit bermain sepanjang musim Super League 2025-26.

>>> Apkasi Bekali 29 Finalis Putri Otonomi Indonesia untuk Dorong Koperasi Desa

Ferarri juga sempat menepi akibat cedera Medial Collateral Ligament (MCL) grade dua pada awal tahun.

Setelah pulih, ia baru bermain dalam dua laga pamungkas klubnya melawan Bali United dan PSBS Biak bulan lalu.

Publik mempertanyakan keputusan ini, terutama karena nama seperti Ricky Kambuaya dan Marc Klok tidak dipanggil. Namun, Herdman menegaskan bahwa posisi Ferarri berbeda dengan kedua pemain tersebut.

Alasan Herdman Memanggil Ferarri

"Maksud saya, Ferarri bermain di posisi yang sangat berbeda dengan Kambuaya dan Klok, itu sudah pasti.

Tapi, kami sangat teliti dengan pemilihan kami," ujar Herdman dalam jumpa pers pada Kamis (4/6/2026).

Herdman menjelaskan bahwa penilaian tim pelatih tidak hanya berdasarkan performa jangka pendek. Mereka melihat rekam jejak karier serta kesesuaian dengan kebutuhan taktik tim nasional.

"Kami tidak hanya melihat tiga laga terakhir atau tiga bulan terakhir; kami melihat riwayat pemain, perjalanan mereka dalam sepak bola, dan kemudian kami melihat profil kami.

Kami sangat jelas mengenai profil bek tengah atau bek sayap yang kami butuhkan, lalu kami harus memproyeksikan pemain mana yang memiliki kapasitas fisik dan teknis tertentu," kata Herdman.

>>> BSI dan ANTAM Gelar Pop Up Booth, Permudah Pembelian Emas Fisik di Jakarta

Herdman memproyeksikan bahwa Ferarri dapat berkembang optimal jika ditempatkan bersama pemain senior di lini belakang.