Ai Ogura secara terbuka mengakui kesalahan fatal yang dilakukannya di MotoGP Catalunya. Pembalap Trackhouse Racing itu menyebut tindakannya yang menyebabkan Pedro Acosta terjatuh sebagai kebodohan murni.

Insiden tersebut terjadi dalam balapan utama di Sirkuit Catalunya, Minggu malam, 17 Mei 2026. Ogura memulai lomba dari posisi ke-11, namun balapan berlangsung kacau dengan dua kali penghentian.

>>> Minyakita Segera Naik, Pemerintah Finalisasi HET Baru Dua Pekan

Menjelang akhir lomba, Ogura mencoba agresif merebut posisi keempat. Sayangnya, ia salah perhitungan di tikungan terakhir sehingga motornya menyenggol Acosta.

Dampak Insiden

Akibat kontak tersebut, Pedro Acosta terjatuh dan gagal finis. Padahal, pembalap Red Bull KTM itu tampil dominan dan memimpin hampir sepanjang balapan.

Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi perburuan gelar juara dunianya.

Pengawas balapan langsung menjatuhkan penalti waktu tiga detik kepada Ogura. Hukuman itu membuat posisinya merosot dari finis keempat menjadi kesembilan.

>>> Perburuan Tiket BTS di Malaysia: Antrean 1,2 Juta, Fans Rela Berjam-jam

Ogura mengaku sangat menyesali kejadian tersebut. Ia merasa motornya memiliki kecepatan yang baik dan optimis bisa mengejar pembalap depan.

“Kami punya kecepatan bagus, tapi saya melakukan manuver bodoh,” ujarnya.

Pembalap asal Jepang itu menyadari bahwa ambisinya justru merugikan Acosta yang sedang berjuang di papan atas. Ia bertekad menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga.

>>> CIMB Niaga Kerek CASA ke 74,02% per April, Optimis Tembus Target Akhir Tahun

Hingga berita ini diturunkan, Acosta dilaporkan tidak mengalami cedera serius. Persaingan MotoGP 2026 diprediksi semakin panas setelah insiden yang melibatkan dua pembalap berbakat ini.