Guenther Steiner, manajer Tim Tech3 KTM, mulai memetakan strategi perekrutan pebalap untuk musim depan.

Langkah ini dilakukan setelah kontrak mesin baru 850 cc dengan KTM rampung pada Kamis (4/6/2026).

>>> Skoda Peaq Siap Lawan Kia EV9 dengan Jarak Tempuh 600 Km

Fokus pada Bakat, Bukan Paspor

Steiner mengaku fokus kini tertuju pada susunan pebalap. “Belum ada yang diputuskan,” ujarnya dikutip dari Crash.

Sebagai tim satelit, Tech3 sadar tidak bisa bersaing dengan tim pabrikan untuk mendapatkan pebalap top. “Kami tidak bisa mendapatkan Marc Marquez atau Bezzecchi.

Itu realitasnya,” kata Steiner.

Meski begitu, Tech3 tetap membutuhkan pengalaman. Steiner siap mengombinasikannya dengan spekulasi pada talenta muda yang berpotensi menjadi bintang masa depan.

“Kami bisa mengambil risiko pada seseorang yang bisa menjadi bintang. Tim besar mungkin tidak bisa berspekulasi, tapi kami bisa,” jelasnya.

Beberapa nama dari Moto2 masuk radar perekrutan, seperti David Alonso, Dani Holgado, Izan Guevara, Manuel Gonzalez, dan Senna Agius.

>>> Serbuan Truk Impor China Gerus Bisnis Karoseri Tambang Hingga 30 Persen

Steiner menegaskan penilaiannya murni berdasarkan kemampuan balap. “Paspor tidak memberi tempat balapan, tapi bakat yang memberikannya.

Kami harus percaya pada bakat,” tegasnya.

Tech3 saat ini memiliki keleluasaan penuh dalam memilih pebalap karena sebagian besar tim pesaing sudah mengunci target. “Kandidat kami tidak punya tempat lain untuk pergi.

Karena itu, saya ingin memastikan keputusan terbaik,” ujar Steiner.

Di sisi lain, pebalap Tech3 Maverick Vinales dipastikan absen dari MotoGP Jerman 2025 dan MotoGP Republik Ceko 2025 akibat cedera bahu.

>>> Daftar Harga Motor Bebek Juni 2026: Yamaha dan Suzuki Naik, TVS Paling Murah

Vinales tetap menjadi kandidat kuat untuk musim depan bersama Brad Binder yang memiliki jam terbang tinggi dengan motor RC16.