Serbuan Truk Impor China Gerus Bisnis Karoseri Tambang Hingga 30 Persen
Industri karoseri nasional tengah menghadapi tekanan akibat melonjaknya impor truk utuh (CBU) asal China.
Kendaraan angkutan berat yang sudah lengkap dengan bak pemuatan itu langsung masuk ke area tambang tanpa melibatkan proses produksi lokal.
>>> Daftar Harga Motor Bebek Juni 2026: Yamaha dan Suzuki Naik, TVS Paling Murah
Direktur PT Metalindo Teknik Utama, Syarifuddin Tangka, mengungkapkan bahwa pasar karoseri di sektor pertambangan mengalami penurunan 10 hingga 30 persen dalam setahun terakhir.
Data tersebut, menurutnya, akan terlihat lebih jelas dalam laporan Gaikindo.
Menurut Syarifuddin, truk impor tersebut datang dalam kondisi complete vehicle dengan dump body terpasang.
Akibatnya, produsen karoseri lokal kehilangan order pembuatan bak yang selama ini menjadi salah satu bisnis utama mereka.
Dampak pada Mitra ATPM
Dampaknya langsung terasa di tingkat Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Jika sebelumnya pesanan mencapai 30 hingga 50 unit per bulan, kini hanya tersisa satu atau dua unit.
Para pengusaha melalui Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) telah berulang kali menyampaikan keberatan kepada pemerintah. Aspirasi ini disuarakan dalam setiap pertemuan dengan kementerian terkait.
>>> Jetour T2 Catat Distribusi 1.000 Unit, Jadi Andalan Pasar SUV Indonesia
Syarifuddin menyoroti ketimpangan regulasi yang merugikan industri dalam negeri.
Produsen lokal wajib mematuhi aturan ODOL dan standar emisi Euro4, sementara truk impor China sebagian besar masih menggunakan standar Euro2 dan Euro3 yang lebih longgar.
Ia menegaskan bahwa keberadaan truk impor tersebut telah mendisrupsi bisnis karoseri dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
Bukan hanya volume order yang menurun, tetapi juga kontrak kerja sama jangka panjang dengan ATPM.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong industri otomotif dalam negeri untuk memenuhi ketentuan TKDN.
>>> Lexus RX Facelift 2028 Bocor, Layar Infotainment Menggantung Jadi Sorotan
Namun, kebijakan tersebut belum diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap kendaraan impor yang beroperasi di area tambang.
Update Terbaru
Influencer Saham Diundang ke Diskusi MPR, Warganet Pertanyakan Agendanya
Kamis / 04-06-2026, 18:53 WIB
Nintendo Switch 2: Chipset Kustom NVIDIA dan RAM 12GB, Harga di Indonesia Diperkirakan Mulai Rp7,5 Juta
Kamis / 04-06-2026, 18:52 WIB
BYD M6 Kuasai Pasar MPV Listrik Indonesia, Terjual 4.820 Unit
Kamis / 04-06-2026, 18:48 WIB
Bisnis Giorgio Antonio Jadi Sorotan di Tengah Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu
Kamis / 04-06-2026, 18:47 WIB
Samsung Hadapi Krisis Chipset dengan Promo di Platform E-commerce
Kamis / 04-06-2026, 18:46 WIB
Samsung Galaxy A17 atau iQOO Z11x? Pilihan Ditentukan oleh Kebutuhan Pengguna
Kamis / 04-06-2026, 18:45 WIB
Kode Redeem Free Fire 4 Juni 2026: Dapatkan Incubator Voucher dan Skin Permanen
Kamis / 04-06-2026, 18:41 WIB
Kode Redeem eFootball eFCONNECT: Hadiah Epic Attacking Surge Hingga 11 Juni
Kamis / 04-06-2026, 18:41 WIB
AMD Luncurkan Kembali Ryzen 7 5800X3D Edisi 10 Tahun dengan Proses Produksi Baru
Kamis / 04-06-2026, 18:40 WIB
PlayStation Plus: Tiga Game Gratis Juni 2026 Termasuk Warhammer 40k dan Grounded
Kamis / 04-06-2026, 18:40 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Isu Pencopotan dari Kursi Menteri Keuangan Tidak Benar
Kamis / 04-06-2026, 18:38 WIB
Kenaikan Harga Solar Tunda Pembelian Fortuner dan Innova Diesel
Kamis / 04-06-2026, 18:37 WIB
Pearl Abyss Ubah Strategi Crimson Desert, Fokus Garap DLC dan Cerita
Kamis / 04-06-2026, 18:31 WIB
RRQ Hoshi Buka Lowongan Pemain, Pelatih, dan Manajer Usai Jadi Juru Kunci MPL ID S17
Kamis / 04-06-2026, 18:30 WIB






