Industri karoseri di Karawang menghadapi tekanan berat akibat lonjakan impor truk asal China.

Truk yang masuk dalam status Complete Build-Up (CBU) atau siap pakai membuat konsumen tidak perlu lagi memesan rumah truk ke perusahaan karoseri lokal.

>>> Danantara Pastikan Ekspor SDA Lewat PT DSI Berjalan Transparan

Direktur PT Metalindo Teknik Utama (MTU), Syarifuddin Tangka, mengungkapkan tiga langkah utama untuk mempertahankan bisnis. Pertama, peningkatan sumber daya manusia (SDM) karyawan dari berbagai daerah agar lebih kompeten.

Peningkatan SDM berbanding lurus dengan mutu produk dan efisiensi proses pengerjaan. Optimalisasi area produksi juga dilakukan untuk menciptakan kendaraan pesanan yang adaptif terhadap kebutuhan pelanggan.

Langkah kedua adalah mematuhi regulasi ketat dari Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Hal ini untuk mengimbangi permainan importir China yang mungkin tidak memiliki SKRB atau SRUT.

>>> Pemerintah Kejar Target Pembangunan Sekolah Rakyat Singkawang

Ketiga, MTU membantu penyediaan layanan purna jual bagi ATPM, termasuk kemitraan dengan Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) untuk merakit rumah truk Mercedes Benz.

Langkah ini diambil karena konsumen Indonesia cenderung meminta pertanggungjawaban kepada ATPM saat truk bermasalah.

Syarifuddin menegaskan, MTU harus ikut serta membantu DCVI dalam layanan after sales.

>>> Harga Bitcoin Stabil di Level US$63.000 Setelah Sempat Tergelincir

Dengan demikian, pelanggan tidak hanya bisa menghubungi ATPM, tetapi juga mendapatkan layanan perbaikan bodi truk dari karoseri.