Harga Bitcoin Stabil di Level US$63.000 Setelah Sempat Tergelincir
Bitcoin mulai bergerak stabil pada awal perdagangan pekan baru setelah sempat tergerus hingga ke level US$59.101.
Penurunan di bawah level psikologis US$60.000 tersebut dipicu oleh penarikan dana dari instrumen ETF Bitcoin spot, ketegangan geopolitik, serta penjualan cadangan BTC oleh Michael Saylor dari Strategy Inc.
>>> Komdigi Dorong Penurunan Biaya Akses Internet di Indonesia
Mata uang kripto utama ini kemudian terangkat hingga 3,8% menuju level hampir US$64.200.
Pada siang hari di Singapura, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$63.000, dengan kisaran harga di angka US$62.752 atau menguat positif 1,4% dalam 24 jam terakhir.
Pergerakan Altcoin Ikut Menguat
Pergerakan positif ini juga diikuti oleh Ether yang menguat lebih dari 4% dibandingkan posisi hari Minggu ke level sekitar US$1.659 hingga pukul 11.59 WIB pada Senin (8/6/2026).
XRP mengalami kenaikan 1,9% ke posisi US$1,14, sementara Dogecoin turut terkerek naik 1,5% ke angka US$0,085.
Sebelumnya pada hari Jumat selama jam perdagangan di New York, Bitcoin sempat anjlok hingga 7% dan jatuh di bawah US$60.000 untuk pertama kalinya sejak Donald Trump terpilih kembali pada 2024.
>>> Prancis Targetkan Trofi Piala Dunia 2026 untuk Perpisahan Deschamps
Keputusan Strategy dalam melepas Bitcoin dalam jumlah terbatas, yang merupakan aksi pertama sejak 2022, turut andil terhadap penurunan token sebesar 18% pekan lalu.
Kendati demikian, situasi pasar mulai tenang setelah muncul unggahan media sosial dari Saylor yang menyiratkan bahwa Strategy kemungkinan bakal mengumumkan pembelian Bitcoin lebih lanjut.
"A good time to add more dots," tulis Saylor di X.
Richard Galvin, chairman eksekutif di perusahaan investasi kripto DACM, menilai bahwa kondisi pasar saat ini sudah terlihat oversold.
Menurutnya, unggahan Saylor di X pada pagi hari mengindikasikan bahwa tindakan pembelian telah dilakukan.
>>> Sega Umumkan Crazy Taxi World Tour, Reboot Legendaris Siap Rilis 2027
"Faktor penentu utama arah pasar kripto dalam jangka pendek kemungkinan besar adalah pengajuan 8-K Strategy pada pagi hari di AS, yang akan memperjelas apa yang telah dilakukan perusahaan selama beberapa hari terakhir," kata Richard Galvin.
Update Terbaru
Massa Rusak Mobil Fortuner di Tanah Abang Akibat Perselisihan Klakson
Senin / 08-06-2026, 14:21 WIB
Pramugari Global Desak Penumpang Hentikan Pelecehan Fisik
Senin / 08-06-2026, 14:20 WIB
Harga Emas Batangan Pecahan Kecil di BSI dan HRTA 8 Juni 2026 Beragam
Senin / 08-06-2026, 14:20 WIB
Persija Jakarta Resmi Perkenalkan Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Senin / 08-06-2026, 14:19 WIB
Polri Tunda Operasi Patuh Candi 2026 di Jawa Tengah
Senin / 08-06-2026, 14:16 WIB
Puluhan Ribu Peserta Ikuti Ujian Masuk PTKIN 2026 Secara Luring
Senin / 08-06-2026, 14:16 WIB
Aplikasi DANA Bagikan Saldo Gratis Lewat Tautan Kejutan Siang Ini
Senin / 08-06-2026, 14:14 WIB
Haykal Kamil Alami Pencurian Solar Mobil Rombongan di Lampung
Senin / 08-06-2026, 14:14 WIB
PT Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Perantara Tunggal Ekspor SDA
Senin / 08-06-2026, 14:14 WIB
Satgas Pangan Selidiki Dugaan Kartel di Balik Anjloknya Harga Sawit Petani
Senin / 08-06-2026, 14:12 WIB
PTPP Raih Proyek RSUD Mamuju Tengah Senilai Rp143 Miliar
Senin / 08-06-2026, 14:12 WIB
Apple Siapkan Pembaruan Besar Siri Berbasis AI di iOS 27
Senin / 08-06-2026, 14:12 WIB
Shin Tae-yong Resmi Latih Persija Jakarta, Usung Gaya Menyerang
Senin / 08-06-2026, 14:09 WIB






