Komdigi Dorong Penurunan Biaya Akses Internet di Indonesia
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti biaya akses internet di Indonesia yang masih berada di atas standar keterjangkauan International Telecommunication Union (ITU).
Langkah penekanan biaya ini didorong untuk memperluas pemanfaatan teknologi digital dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
>>> Prancis Targetkan Trofi Piala Dunia 2026 untuk Perpisahan Deschamps
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaskan bahwa ITU menetapkan batas biaya internet di bawah 2 persen dari total PDB per kapita.
"They [ITU] benchmark internet basket below 2 percent of total GDP per capita," ujarnya.
Pemerintah menilai keterjangkauan tarif berkorelasi langsung dengan kemampuan masyarakat mengakses sektor esensial seperti pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan publik digital.
"Semakin rendah biaya yang harus dikeluarkan, semakin besar peluang masyarakat memanfaatkan internet untuk belajar, bekerja, berusaha, dan mengakses berbagai layanan publik berbasis digital," kata Nezar.
Komdigi terus berupaya meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi sekaligus menekan biaya operasional bagi pengguna.
"Kalau internet bisa murah, penetrasinya bisa bagus ke semua sektor masyarakat, maka ekonomi digital akan lebih dahsyat hasilnya," ujar Nezar.
Pemerintah juga mengurangi kesenjangan digital melalui pembangunan BTS, jaringan serat optik, dan satelit Low Earth Orbit (LEO).
Namun, pembangunan infrastruktur ini harus diimbangi dengan output konkret pada aktivitas masyarakat.
>>> Sega Umumkan Crazy Taxi World Tour, Reboot Legendaris Siap Rilis 2027
"Konektivitas yang bermakna memberikan dampak kepada kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya. Itu sebabnya saat ini Kementerian Komdigi mencoba berfokus pada pembangunan talenta," kata Nezar.
Komdigi mengombinasikan pembangunan infrastruktur digital dengan penguatan talenta digital yang kompeten sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Berdasarkan laporan Global Broadband Price League 2026, biaya internet di Indonesia termasuk termurah kedua di Asia Tenggara dengan rata-rata US$10,66 atau Rp191.880 per bulan.
Update Terbaru
Nonton Film Sihir Tanah Kubur (2026) Ddi Bioskop Bukan LK21: Teror Ilmu Hitam dari Makam Wurung yang Mengguncang
Kamis / 23-07-2026, 20:00 WIB
Nonton Dan Download Film Juminten Edan (2026) di Bioskop Bukan LK21: Siap Mengungkap Teror Trauma Masa Lalu!
Kamis / 23-07-2026, 19:00 WIB
Momen Haru Akad Nikah Nathalie Holscher dan Aripat, Nasihat Menohok Ustaz Syam Soal Nafkah Halal Bikin Terenyuh
Kamis / 23-07-2026, 18:53 WIB
Manga Kusunoki's Flunking Her High School Glow-Up Diadaptasi Jadi Anime TV
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
FC Cincinnati Kembali ke MLS, Hadapi Vancouver Whitecaps
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
Jadwal dan Bocoran Fitur Free Fire Advance Server OB55
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
FF Kipas VIP Proxy 2026: Risiko Banned dan Pencurian Data Akun Free Fire
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
400+ Nama ML Keren, Aesthetic, dan Penuh Makna untuk Mobile Legends
Kamis / 23-07-2026, 18:49 WIB
Pemadaman Listrik 2 Hari: Rencana Darurat Saya Terbukti Efektif
Kamis / 23-07-2026, 18:49 WIB
60 Contoh Penggunaan Konjungsi Tujuan dalam Kalimat dan Pengertiannya
Kamis / 23-07-2026, 18:47 WIB
20+ Daftar Kalender Beasiswa Kuliah Gratis di Indonesia yang Bisa Jadi Pilihan
Kamis / 23-07-2026, 18:47 WIB
Lowongan Magang Kementerian PANRB 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftar
Kamis / 23-07-2026, 18:47 WIB







