PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat porsi dana murah (CASA) mencapai 74,02% dari total dana pihak ketiga per April 2026, meningkat signifikan dibandingkan 67,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini menjadi modal bank dalam menghadapi tekanan biaya dana akibat kenaikan suku bunga acuan.

>>> Kerusakan Jalan Blora Ditangani, Luthfi Siapkan Pokir untuk Ruas Lain

Pertumbuhan CASA Didorong Giro Non-Retail

Manajemen CIMB Niaga menyebut pertumbuhan CASA terutama ditopang segmen giro non-retail, yang berasal dari rekening operasional perusahaan dan layanan pengelolaan kas korporasi.

Selain itu, program penggajian karyawan dan layanan wealth management turut berkontribusi dari sisi ritel dan nasabah individu.

Berdasarkan laporan keuangan per April 2026, nilai CASA tercatat sebesar Rp192,34 miliar, sementara total DPK mencapai Rp259,86 miliar.

Rasio CASA tersebut menunjukkan efektivitas strategi bank dalam menghimpun dana berbiaya rendah.

Target Stabil di Atas 70% Hingga Akhir 2026

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menyatakan komitmen perusahaan mempertahankan level CASA tinggi.

>>> Bukan Sekadar Nakal: 7 Penyebab Anak Tidak Mendengar, Nomor 5 Paling Umum di 2026

“Kami proyeksikan rasio CASA akan tetap stabil di atas 70% hingga akhir 2026,” ujarnya dalam keterangan beberapa waktu lalu.

Menurut Lani, strategi ini krusial di tengah kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.

Meskipun biaya dana sempat menurun dalam enam bulan terakhir, kenaikan suku bunga membuat upaya penurunan lebih lanjut menjadi sulit.

Diversifikasi Produk Simpanan

Bank tidak hanya fokus pada satu segmen nasabah. Diversifikasi produk simpanan dilakukan mulai dari korporasi besar hingga individu.

Layanan payroll menjadi andalan untuk mengunci loyalitas nasabah ritel, sementara wealth management menarik minat nasabah dengan kekayaan tinggi.

>>> Bansos Mei 2026: Syarat Ketat dan Pengecekan Mandiri via DTSEN

Dengan strategi komprehensif tersebut, CIMB Niaga optimistis dapat menghadapi tantangan bunga tinggi dan menjaga fundamental keuangan yang sehat.