Aksi warga Blora yang menanam pohon pisang di lubang jalan sebagai bentuk protes tampaknya membuahkan hasil.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengonfirmasi bahwa perbaikan ruas Jalan Raya Randublatung-Cepu sudah mulai dikerjakan di lapangan.

>>> Bukan Sekadar Nakal: 7 Penyebab Anak Tidak Mendengar, Nomor 5 Paling Umum di 2026

Pernyataan itu disampaikan Luthfi usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Hotel Gumaya, Semarang, Kamis (4/6/2026).

Ia menegaskan pekerjaan fisik tengah berlangsung dan menjadi prioritas Pemerintah Provinsi.

Fokus Revitalisasi pada Anggaran Perubahan

Luthfi mengakui masih banyak ruas jalan lain yang membutuhkan perbaikan di Jawa Tengah.

Karena itu, pada anggaran perubahan September 2026, pemerintah akan mengarahkan usulan pokok pikiran (Pokir) untuk revitalisasi jalan.

"Proses di Blora sudah berjalan. Nanti pada anggaran perubahan September, kami akan memaksimalkan jalan yang belum tuntas," ujar Luthfi.

Ia menambahkan, banyak lokasi lain selain Blora yang masuk prioritas, namun tidak dirinci satu per satu.

"Intinya, pada perubahan nanti pokir akan kami arahkan untuk revitalisasi jalan," tegasnya.

>>> Bansos Mei 2026: Syarat Ketat dan Pengecekan Mandiri via DTSEN

Alokasi Anggaran untuk Infrastruktur Jalan Blora

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan dana besar untuk infrastruktur jalan di Blora. Berdasarkan data resmi, total panjang jalan provinsi di Blora yang dikelola mencapai 101,5 kilometer.

Alokasi dana APBD Provinsi Jawa Tengah periode 2025-2026 untuk Blora mencapai Rp45,86 miliar.

Pada 2025, ruas Singget-Doplang-Cepu sepanjang 2,611 kilometer ditangani dengan anggaran Rp19,92 miliar.

Selain itu, pemerintah mengajukan usulan melalui Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) tahun 2026 sebesar Rp46,6 miliar untuk percepatan penanganan.

Komitmen Berkelanjutan dan Respons terhadap Keluhan Warga

Pengamat dari Pemerhati Jawa Tengah, Budiyanto Hadinogoro, menilai kerusakan jalan bukan masalah instan. Ia menyebut faktor perencanaan, biaya, geografis, dan beban kendaraan sebagai penyebab akumulatif.

"Penyelesaian masalah jalan tidak bisa instan atau hanya karena tekanan opini, karena menyangkut proses teknis dan penganggaran kompleks," jelasnya.

Sebelumnya, warga setempat sempat melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di lubang jalan sebagai bentuk kekecewaan.

>>> Hasil Investasi Ciputra Life Melonjak 38% pada April 2026, Strategi Fixed Income Jadi Kunci

Dengan dimulainya perbaikan di Randublatung-Cepu, diharapkan akses ekonomi dan mobilitas warga kembali lancar serta keresahan masyarakat segera teratasi.