Penyusutan Kelas Menengah di Indonesia Kian Mengkhawatirkan
Penyusutan kelas menengah di Indonesia kian menjadi perhatian. Kelompok yang selama ini menjadi penopang utama konsumsi rumah tangga menghadapi tekanan yang semakin berat.
Penyebabnya adalah perlambatan daya beli dan meningkatnya beban pengeluaran.
>>> Liverpool Segera Amankan Andoni Iraola untuk Gantikan Arne Slot
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa semakin banyak masyarakat turun kelas menjadi kelompok aspiring middle class atau calon kelas menengah yang kondisi ekonominya lebih rentan.
Jika tidak diantisipasi, fenomena ini berpotensi menghambat upaya Indonesia memanfaatkan bonus demografi sekaligus mencapai status negara berpendapatan tinggi.
Perubahan Pola Konsumsi
Tekanan ekonomi mendorong perubahan perilaku konsumsi menjadi lebih selektif atau value-driven consumption. Masyarakat tidak lagi sekadar mencari harga murah, tetapi lebih berhati-hati memastikan setiap pengeluaran memberikan manfaat maksimal.
Fenomena itu juga tercermin di sektor ritel.
Inisiator Afiliasi Global Retail Association (AGRA) sekaligus Dewan Penasihat Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey mengatakan, pola belanja masyarakat kini jauh lebih terbatas dibandingkan beberapa tahun lalu.
"Kalau dulu satu keluarga bisa berbelanja dengan beberapa troli penuh, sekarang sebagian besar cukup satu keranjang dan isinya fokus pada kebutuhan pokok," kata Roy, dalam keterangan resmi, Kamis (4/6).
Meski menghadapi tekanan ekonomi, survei Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI) 2026 menemukan, sekitar 62% responden kelas menengah masih optimistis pendapatan mereka akan meningkat pada tahun ini.
Untuk menjaga kondisi keuangan, hampir separuh responden memiliki pekerjaan sampingan dan mayoritas berencana mempertahankannya dalam lima tahun ke depan.
>>> Raffi Ahmad Soroti Lonjakan Konten Deepfake Manipulatif di Ruang Digital
Peran Pemerintah dan Dunia Usaha
Wakil Ketua Umum Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia, Aviliani menilai, pemerintah dan dunia usaha perlu bergerak lebih cepat untuk memperkuat fondasi ekonomi kelas menengah.
Update Terbaru
Mendag Budi Santoso Sahkan Regulasi Baru Perdagangan Digital
Kamis / 04-06-2026, 23:41 WIB
Rizky Ridho Resmi Jadi Kapten Timnas Indonesia Lawan Oman
Kamis / 04-06-2026, 23:40 WIB
PT Multi Medika Internasional Tbangun Pabrik Popok di Tangerang
Kamis / 04-06-2026, 23:40 WIB
Baca Lookism Chapter 611 Bahasa Indonesia Spoiler English raw, Akhir Penentuan!
Kamis / 04-06-2026, 23:40 WIB
Vietnam Puncaki Klasemen Grup A Piala AFF U-19, Indonesia di Peringkat Kedua
Kamis / 04-06-2026, 23:36 WIB
Swedia Jamu Yunani dalam Laga Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026
Kamis / 04-06-2026, 23:36 WIB
Jam Tangan GARRACK Terinspirasi Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Mulai Dipesan
Kamis / 04-06-2026, 23:36 WIB
Mirra Andreeva Tembus Final Roland Garros 2026 Usai Hentikan Kostyuk
Kamis / 04-06-2026, 23:32 WIB
Indonesia Tempel Vietnam di Klasemen Piala AFF U-19 2026
Kamis / 04-06-2026, 23:31 WIB
Timnas Indonesia U-19 Tempel Ketat Vietnam di Klasemen Grup A Piala AFF
Kamis / 04-06-2026, 23:28 WIB
Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis 2026, Cara Mudah Dapat Penghasilan Tambahan
Kamis / 04-06-2026, 23:20 WIB
BKN Evaluasi Manajemen Talenta ASN di Ogan Ilir, Payakumbuh, dan Riau
Kamis / 04-06-2026, 23:20 WIB
Timnas Indonesia U-19 Bantai Timor Leste 3-0 di Piala AFF U-19
Kamis / 04-06-2026, 23:11 WIB
Classic Recreations Bangkit dari Kebangkrutan, Kini Bangun Mustang Rp12 Miliar
Kamis / 04-06-2026, 23:11 WIB






