Salah satu caranya dengan memperluas kemitraan antara UMKM dan korporasi besar agar lebih banyak pelaku usaha kecil masuk ke rantai pasok industri.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Institute, Mulya Amri menekankan, pentingnya transformasi ekonomi menuju sektor dengan nilai tambah dan kompleksitas teknologi yang lebih tinggi guna mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%.

"Di sinilah peran kelas menengah menjadi sangat penting karena sebagian besar kelompok ini bekerja di sektor-sektor modern yang membutuhkan keterampilan, pendidikan, dan pemanfaatan teknologi," ujar Mulya.

Dari sisi pemerintah, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Firman Hidayat mengatakan perlindungan sosial perlu diperluas agar tidak hanya menyasar kelompok bawah.

"Perlindungan sosial tidak hanya menyasar kelompok bawah. Kelas menengah juga perlu memiliki bantalan agar tidak langsung jatuh ketika menghadapi guncangan ekonomi," kata Firman.

Menurut dia, bantalan tersebut dapat berupa optimalisasi BPJS Ketenagakerjaan, Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), kredit usaha rakyat (KUR), hingga program perumahan bersubsidi.

>>> PGN Bagikan Kacamata Gratis untuk 300 Penerima Manfaat di Jakarta

Para pemangku kepentingan menilai menjaga ketahanan kelas menengah bukan hanya penting bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk menjaga stabilitas.