Pemerintah memastikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita akan naik dalam dua pekan ke depan.

Keputusan final masih menunggu stabilitas harga bahan baku, terutama crude palm oil (CPO) dan tandan buah segar (TBS) di pasar global.

>>> Perburuan Tiket BTS di Malaysia: Antrean 1,2 Juta, Fans Rela Berjam-jam

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa angka pasti kenaikan masih dibahas secara mendalam.

"Kami sudah sepakat akan menaikkan HET Minyakita, namun nominal pastinya dan waktu peluncurannya masih dalam tahap finalisasi," ujarnya di Kantor Kemendag, Kamis (4/6/2026).

Faktor Pemicu Kenaikan

Beberapa faktor mendorong penyesuaian harga ini. Lonjakan harga CPO global menekan biaya bahan baku minyak goreng domestik.

Harga rata-rata CPO sempat menyentuh Rp15.445 per kilogram sebelum terkoreksi sementara.

Selain itu, harga TBS di tingkat petani sawit juga merangkak naik signifikan. Biaya logistik dan distribusi yang meningkat turut membebani pengusaha.

Pemerintah juga menilai Peraturan Menteri Perdagangan yang mengatur HET perlu diperbarui karena hampir tiga tahun berlaku.

>>> CIMB Niaga Kerek CASA ke 74,02% per April, Optimis Tembus Target Akhir Tahun

Evaluasi Biaya Produksi

Mendag menekankan bahwa komponen biaya produksi, pengemasan, dan distribusi menjadi variabel penting. "Kami ingin melihat harga benar-benar stabil sebelum menetapkan angka kenaikan eceran tertinggi yang baru," tambah Budi.

Saat ini HET Minyakita masih Rp15.700 per liter.

Pemerintah menargetkan keputusan harga baru rampung dalam satu hingga dua minggu ke depan, dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat dan kelangsungan usaha produsen.

Revisi Regulasi

Pembahasan revisi Peraturan Menteri Perdagangan terkait HET terus dikebut. Budi menyadari aturan lama perlu disesuaikan dengan kondisi ekonomi 2026.

"Jangan sampai ketidaksesuaian harga menyebabkan produsen enggan menyalurkan produk sehingga memicu kelangkaan," jelasnya.

>>> Kerusakan Jalan Blora Ditangani, Luthfi Siapkan Pokir untuk Ruas Lain

Para pedagang dan pelaku industri kini menanti keputusan final sebagai acuan bisnis. Harapannya, Minyakita tetap menjadi solusi minyak goreng terjangkau di tengah kenaikan harga pangan lainnya.